Tersangka TRF Sewa Kamar Rp 1,3 Juta Untuk Adakan Pesta Gay di Apartemen Kuningan

56 pria ditangkap polisi terkait pesta gay ini. 9 di antaranya ditetapkan menjadi tersangka.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Tersangka TRF Sewa Kamar Rp 1,3 Juta Untuk Adakan Pesta Gay di Apartemen Kuningan
Rilis pesta gay di Kuningan. ©2020 Merdeka.com

Penyidik Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pesta gay di Jalan Setiabudi Utara Raya, Kuningan, Jakarta Selatan. Rekonstruksi berjalan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Pada adegan awal para panitia pesta menyewa sebuah kamar hotel seharga Rp 1,3 juta. Tersangka TRF alias R alias Ramzi menghubungi tersangka lain yakni KG alias K, BA alias B, NA alias N, dan P untuk membuat sebuah pesta gay.

"Tersangka R mengajak tersangka lain yaitu K, B, N dan tersangka P. P ini pakai peran pengganti," kata salah satu penyidik membacakan adegan rekonstruksi, di lokasi, Kamis (3/9).

Dalam menyusun acara itu, mereka bertemu melakukan pertemuan sebanyak dua kali di sebuah tempat kopi di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, R menyebar undangan pesta ke grup gay mereka.

Memasuki adegan berikutnya, tersangka R memesan kamar hotel. Dia memesan satu kamar hotel seharga Rp 1,3 juta untuk digunakan sebagai tempat pesta gay.

"Adegan kelima, tersangka R ke hotel untuk booking kamar di lantai enam kamar nomor 608 dengan biaya Rp 1,3 juta untuk semalam," kata penyidik.

Adegan rekonstruksi berikutnya menampilkan adegan saat proses persiapan pesta gay. Tersangka R terlihat menaruh alat-alat yang akan digunakan untuk pesta gay.

Lomba Oral Seks

Singkat cerita para peserta pun akhirnya berkumpul. Di mana adegan rekonstruksi selanjutnya para peserta sudah berada di dalam kamar yang disewa.

"Adegan ke-16 peserta pesta seks yang sudah telanjang masuk ke kamar mandi untuk mandi secara bergantian. Setelah mandi mereka kumpul menunggu acara dimulai," ujarnya.

Setelah itu, tersangka R membuka acara dengan memberi kata sambutan dan membacakan peraturan pesta. Game pertama pun dimulai dengan cara menyetel musik dan menggilir botol secara estafet.

Jika musik itu berhenti dan botol berada di satu pria, maka pria itu akan maju dan mengikuti lomba. Di mana lomba itu adalah oral seks sesama jenis.

"Adegan 19 A permainan dengan botol estafet dan diputar musik. Kalau musik berhenti dipilih peserta. Jika sudah dapat top dan buttom lalu oral seks dimulai. Aturannya jika top keluar sperma lebih dulu dinyatakan pemenang," kata penyidik.

Dalam games ini, ada tiga pasangan yang mengikuti lomba oral seks tahap satu. Adegan selanjutnya yakni lomba oral seks tahap dua dengan skema yang sama seperti lomba tahap satu.

"Adegan 19 D karena tiga pasangan pertama oral seks maka dimenangkan pasangan kedua dan para peserta lainnya tepuk tangan," pungkas penyidik.

Rekomendasi