Belajar dari Kasus Henry, KPU Minta Aparat Jaga Petugas di Lapangan

Dia menerangkan, KPU menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan terhadap Henry ini kepada kepolisian. Arief berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengungkap siapa saja pelaku pembunuhan terhadap Henry.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Belajar dari Kasus Henry, KPU Minta Aparat Jaga Petugas di Lapangan
Mendagri Tito Karnavian Kunjungi KPU. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan kasus meninggalnya staf KPU Henry Jovinski karena serangan orang tak dikenal di Yahikimo, Papua tidak boleh terulang. Dia menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang dialami Henry kepada pihak keluarga Henry.

"Harapan keluarga besar, jangan pernah ada kejadian kekerasan lagi di bumi pertiwi, di tanah Papua. Mudah-mudahan ini peristiwa terakhir dan ini pelajaran berharga. Atas segala, saya minta maaf," katanya di Yogyakarta, Kamis (13/8).

Dia menerangkan, KPU menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan terhadap Henry ini kepada kepolisian. Arief berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengungkap siapa saja pelaku pembunuhan terhadap Henry.

"Berdasarkan keterangan saksi pelaku lebih dari satu orang. Kami serahkan ke aparat dan kami harap dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa diselesaikan," ungkapnya.

"Ini (pengungkapan kasus) penting bagi semua pihak untuk memastikan apa sebenarnya motif di balik semua ini, sehingga penyelenggara pemilu juga bisa menerima bahwa ini juga bisa melanjutkan tugas tanpa takut dan was-was," sambung Arief.

Setelah tragedi yang dialami Henry, Arief mengharapkan, ada perhatian serius dari aparat keamanan pada petugas di lapangan. Sehingga petugas tak hanya berjaga di gedung KPU saja tapi juga pada petugas.

"Mudah mudahan ini menjadi pelajaran berharga. Kita saling berhati-hati menghormati, kalau ada sesuatu yang harus diselesaikan maka diselesaikan dengan cara sesuai peraturan," tutupnya.

Rekomendasi