Kasus penolakan tenaga medis rumah sakit oleh warga masih terjadi. Di Solo, tiga orang perawat RSUD Bung Karno ditolak pulang oleh pemilik indekos di kawasan Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Akibatnya mereka harus tidur di lantai 5 rumah sakit yang berada di Kelurahan Mojo, Pasarkliwon, Solo tersebut.
"Iya benar, mereka disuruh pergi dari indekos. Penyebabnya saya sendiri tidak tahu," ujar Direktur RSUD Bung Karno Solo, dr Wahyu Indiantown," Senin (27/4).
Menurut Wahyu, peristiwa penolakan ketiga perawat kembali ke indekos terjadi pada Jumat pekan lalu. Mereka kebetulan tinggal satu indekos di kamar yang berbeda. Wahyu menyampaikan, di lantai 5 RSUD Bung Karno, masih ada ruang yang bisa digunakan untuk menampung mereka.
"Peristiwanya Jumat lalu. Sekarang mereka tinggal sementara di RSUD Bung Karno lantai 5," katanya.
Penolakan warga tersebut dinilai tidak masuk akal. Sebab, ketakutan warga dengan keberadaan ketiga perawat tersebut tidak beralasan. Apalagi, dalam bertugas melayani pasien para perawat ini telah dilengkap dengan alat pelindung diri (APD).
"Mereka itu keluar masuk area isolasi sudah mandi, alurnya sudah jelas. Jadi, ketakutan warga itu tidak masuk akal," tandasnya.
Kendati demikian, pihaknya belum akan memindahkan para tenaga kesehatan tersebut ke Ndalem Joyokusuman yang disiapkan Pemerintah Kota Solo. Wahyu menilai ruangan lantai 5 di rumah sakit yang disiapkan tersebut mampu menampung hingga 40 orang.
"Kita sudah berkoordinasi dengan manajemen. Lebih baik mereka di sana saja. Sehingga sewaktu-waktu emergency mereka bisa ikut membantu," katanya.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku prihatin dengan penolakan tersebut. Dia juga akan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit.
"Tidak manusiawi kalau sampai ada perawat yang ditolak dalam satu daerah itu. Namanya itu keterlaluan," ucap Rudy.