Masih Jalani Rehabilitasi Narkoba, Komedian Nunung Antar Jenazah Ibunda ke Pemakaman

Meskipun dalam kondisi lelah usai perjalanan dari Jakarta, Nunung tetap mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai. Air mata dan raut wajah duka tak bisa disembunyikan saat jasad ibunya dimasukkan ke liang lahat. Beberapa kali Nunung harus dituntun dua orang saudaranya. Pemakaman berakhir pukul 11.45 Wib.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Masih Jalani Rehabilitasi Narkoba, Komedian Nunung Antar Jenazah Ibunda ke Pemakaman
Komedian Nunung Antar Jenazah Ibunda ke Pemakaman. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat, Senin (20/4) siang terlihat ikut mengantarkan jenazah ibundanya ke pemakaman, TPU Bonoloyo, Banjarsari, Solo. Wanita yang masih menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta, didampingi suaminya Iyan Sambiran, yang juga berstatus sama.

Keduanya mendapatkan izin pulang ke Solo untuk melayat ke rumah duka di Jalan Pajajaran RT 3, RW 11, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Jenazah Djuwarti di yang semula akan dimakamkan pukul 13.00 dimajukan menjadi pukul 10.30 Wib.

Nunung tiba di rumah Solo, Senin sekitar pukul 02.30 Wib dengan menumpang mobil dan dikawal 3 orang petugas RSKO. Pemakaman diwarnai isak tangis keluarga besar. Ratusan pelayat ikut berduka mengingat semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai orang baik. Tak ads satu pun rekan Nunung sesama artis yang nampak melayat ke Solo.

Meskipun dalam kondisi lelah usai perjalanan dari Jakarta, Nunung tetap mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai. Air mata dan raut wajah duka tak bisa disembunyikan saat jasad ibunya dimasukkan ke liang lahat. Beberapa kali Nunung harus dituntun dua orang saudaranya. Pemakaman berakhir pukul 11.45 Wib.

"Ibu saya memang sakit kanker lidah selama 1 tahun terakhir ini. Awalnya hanya sakit seriawan saja, tetapi tidak sembuh. Selama sakit ibu tidak pernah mengeluh, padahal kata dokter itu sakit sekali," ujar adik kandung Nunung, Yulianti Pramesrutuli.

Menurut Yulianti, dua pekan sebelum meninggal, ibundanya seperti sudah punya firasat dengan meminta tujuh anaknya berkumpul semua. Setelah itu, kondisi kesehatannya drop hingga meninggal dunia.

"Jadi sebelum meninggal kemarin, ibu itu sering memanggil manggil nama mbak Nunung. Mungkin saja kangen karena sudah lama tidak ketemu. Apalagi, mbak Nunung sedang jalani rehabilitasi," ucapnya sedih.

Sebelumnya diberitakan ibunda Nunung Srimulat, Djuwarti (83) meninggal dunia. Djuwarti yang menderita sakit kanker lidah, menghembuskan napas terakhirnya, Minggu (19/4), pukul 13.00 Wib, di Solo.

Rekomendasi