Pengurus Masjid Istiqlal mengatakan akan tetap menggelar salat Jumat berjamaah pada minggu ini. Perlu diketahui Presiden Jokowi meminta warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19.
"Untuk besok, minggu ini, sampai detik ini belum ada perubahan, kami tetap melaksanakan salat jumat berjamaah. Untuk minggu ini, sampai saat ini, belum ada perubahan, belum ada instruksi," kata Kepala Bagian Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah saat dihubungi, Rabu (18/3).
Abu Hurairah mengatakan nantinya Masjid Istiqlal Jakarta akan menyiapkan alat ukur suhu tubuh dan cairan pembersih tangan bagi jamaah sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona.
Dengan adanya alat ukur suhu tubuh tersebut, setiap jamaah yang datang akan diukur suhunya sebelum masuk masjid oleh petugas. Selain itu, Pengelola masjid akan menyiapkan sekitar lima botol cairan pembersih tangan di setiap pintu masuk.
"Rencana ada lima botol di dua pintu masuk masjid. Saat ini hanya dua dari tujuh pintu yang aktif disebabkan sedang renovasi masjid," ucapnya.
Selain itu, Abu menambahkan bahwa petugas akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebanyak dua hingga tiga kali seminggu. Jadwal penyemprotan akan disesuaikan dengan perkemabangan virus corona yang terjadi di Indonesia.
"Untuk penyemprotan disinfektan yang pasti kami lakukan secara berkala nanti," lanjut dia.
Terkait personel yang akan mengukur suhu tubuh, bersiap siaga di pintu masuk masjid serta menyemprotkan cairan disinfektan, ia mengatakan semuanya dilakukan oleh petugas dan karyawan masjid. Tentunya hal itu dilakukan oleh karyawan yang berada pada usia produktif, yakni 20 hingga 30 tahunan.
Para petugas juga nantinya akan diberi masker serta cairan pembersih tangan. Bahkan, untuk petugas yang nantinya menghitung uang dari kotak infak jamaah, diharuskan menggunakan masker serta sarung tangan saat bekerja.