Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Dana Rehabilitas dan Rekontruksi NTB Disalurkan

Dia menjelaskan dana masyarakat yang masih tersimpan, di Lombok Timur sekitar Rp72 miliar dan Lombok Utara Rp63 miliar.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Dana Rehabilitas dan Rekontruksi NTB Disalurkan
Presiden Jokowi Buka The 2nd Asian Agriculture and Food Forum. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat terbatas melalui video conference di Istana Bogor. Dalam rapat yang disiarkan di akun instagram milik Sekretaris Kabinet, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar dana rakyat terkait pasca bencana gempa di Nusa Tenggara Barat yang masih tersimpan harus segera disalurkan.

"Saya minta dana ini yang tersimpan di bank segera disalurkan ke masyarakat, dan langkah-langkah percepatan pembangunan rumah yang masih dikerjakan ataupun belum dibangun segera diselesaikan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Nusa Tenggara Barat, di Istana Bogor, Jawa Bara, Selasa (17/3).

Dia menjelaskan dana masyarakat yang masih tersimpan, di Lombok Timur sekitar Rp72 miliar dan Lombok Utara Rp63 miliar. Kemudian, mantan walikota Solo mengatakan hingga Maret 2020, target penyelesaian rehabilitas dan rekontruksi yaitu 226.204 rumah dan tercatat 168.684 unit rumah yang telah selesai dibangun. Kemudian, 40.000 rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan.

"Karena itu saya minta laporan soal ini," ungkap Jokowi.

Sebelumnya wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat terkena dampak gempa bumi tektonik yang melanda NTB pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2019 lalu. Bencana tersebut menimbulkan korban sebanyak 562 orang meninggal dunia, 1.886 orang luka-luka, dan 344.150 orang mengungsi.

Para korban tersebut tersebar di 7 Kabupaten/Kota meliputi Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Sumbawa Barat. Sebagai contoh, jumlah korban di Kota Mataram 9 orang meninggal dunia, 64 orang luka-luka, dan 18.894 orang mengungsi.

Rekomendasi