Sempat Terkendala Izin, Kapal Pesiar Viking Sun Akhirnya Bersandar di Bali

Kapal pesiar Viking Sun yang sebelumnya terombang-ambing di tengah laut karena menunggu izin masuk ke Bali, akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Benoa Denpasar.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Sempat Terkendala Izin, Kapal Pesiar Viking Sun Akhirnya Bersandar di Bali
Kapal Pesiar Viking Sun. ©2020 Merdeka.com

Kapal pesiar Viking Sun yang sebelumnya terombang-ambing di tengah laut karena menunggu izin masuk ke Bali, akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Benoa Denpasar. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Benoa, Agustinus Maun menyampaikan, kapal itu bersandar di dermaga Benoa dini hari. Kemudian menurunkan penumpang dan memenuhi perlengkapan logistik.

"Untuk agendanya hari ini, dia akan suplai logistik, kemudian air tawar, dan ada kebutuhan kapal yang terkait dengan teknis kapal," kata Agustinus saat dihubungi, Senin (9/3).

Kapal tersebut akan bertolak dari Pelabuhan Benoa ke Colombo Srilanka pada nanti sore pukul 18.00 WITA. Sementara penumpang yang turun dari kapal itu ada sebanyak 738 orang. Sebagian penumpang akan pulang ke negaranya menggunakan jalur udara, dan ada juga wisatawan yang dari Bali ikut berlayar.

"Data yang kami dapat total penumpang itu ada 738. Nanti yang akan turun di Bali melanjutkan perjalanan kembali ke negaranya melalui udara itu ada 375. Kemudian yang naik atau join di Bali ada sekitar 107 penumpang," Imbuhnya.

Agustinus memaparkan, kapal Viking Sun bisa dapat izin berlabuh di Pelabuhan Benoa, karena sudah melewati pemeriksaan kesehatan dua kali dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.

Kapal itu berada di perairan Bali sejak Sabtu (7/3) sekitar pukul 6.00 WITA. Selanjutnya, pada pukul 08.00 WITA tim petugas KKP mendatangi kapal itu untuk melakukan pemeriksaan kepada penumpang. Kemudian pukul 23.00 WITA petugas kembali memeriksa kesehatan sehingga semua penumpang benar-benar bersih dari virus corona atau Covid-19.

"Hasil pemeriksaan itu diulang lagi pada malam hari pukul 8 (malam). Dengan menambah jumlah petugas medis atau dokter kurang lebih 25 sampai 30. Untuk memastikan bebas dari virus corona atau dinyatakan sehat dan hasilnya pemeriksaan bebas penyakit Covid 19," ujar Agustinus.

Dari 738 penumpang dan 452 kru kapal, awalnya ada orang yang tidak diizinkan turun karena sempat sakit dan ditakutkan terjangkit virus corona. Namun pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Benoa memberikan izin turun, setelah melalui proses pemeriksaan.

"Iya termasuk dua orang yang diduga sakit waktu di Pelabuhan Bajo (NTT). (Karena) setelah dari Pelabuhan Bajo itu sebenarnya dia sudah sembuh," kata Agustinus Maun.

Dia menerangkan, saat dilakukan pemeriksaan ulang kepada dua orang itu oleh Petugas KKP di dalam kapal tersebut, ternyata tidak ada tanda-tanda terkena infeksi virus corona.

"Untuk memastikan lagi (KKP) memeriksa ulang ternyata dia tidak demam, tidak ada tanda-tanda ke arah sana (virus corona) dan tidak batuk," ungkapnya.

Rekomendasi