Ratusan rumah di lima wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur sejak Sabtu (22/2) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tangerang, Kosrudin menjelaskan, hujan yang terus turun sejak Sabtu malam, membuat sejumlah wilayah di lima kecamatan di Kabupaten Tangerang terendam. Ketinggian air, yang menggenangi area permukiman warga juga bervariasi, antara 60 sentimeter hingga satu meter.
"Penyebabnya karena intensitas hujan yang tinggi, dan saluran air yang mampet," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin Minggu (23/2).
Selain itu, luapan air yang ada di aliran kali Kedung juga menghambat lalu lintas air. "Terutama buruknya sistem drainase di kawasan setempat," kata dia
BPBD Tangerang juga belum melakukan evaluasi ataupun pendirian posko pengungsian. Karena dari pantauan BPBD, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing.
"Kita belum membangun posko, karena hingga saat ini berdasarkan kondisi di lapangan, warga masih memilih bertahan dirumah. Namun, jika air terus tinggi, tentu kita akan lakukan proses evakuasi dam pendirian posko," ungkap Kosrudin.
Dari data yang diperoleh, lima kawasan di beberapa Kecamatan yang terdampak banjir, yakni Perum Prima (Sepatan), Kampung Pancang Desa Kali Asin (Sukamulya), Rajawali Residence (Rajeg), Kampung Karang Jetak Desa Kandawati (Gunung Kaler) dan Perum Regency 2 Gelam Jaya (Pasar Kemis).