Dunia hitam sempat menjadi rumah bagi Prihanggono alias Pri Beruntung. Dari menjadi preman di daerah Semarang maupun menjadi tukang tagih hutang pernah dilakoninya.
Di daerah Pamularsih, Semarang nama Pri cukup dikenal. Hampir setiap toko di kawasan itu selalu setor uang keamanan kepada dirinya.
Dunia hitam bagi Pri bukanlah tempat yang asing baginya. Sejak duduk di bangku SMP, Pri sudah akrab dengan minuman keras dan pil koplo. Tak hanya menjadi pemakai, Pri pun pernah merasakan manisnya bisnis koplo sebagai penjual.
"Saya jadi preman dulu di Semarang. Nakalnya di sana. Bisa dikatakan gali. SMP saya sudah minum, sudah punya tato, jualan obat koplo juga dulu saya," ujar Pri saat ditemui di Warung KongSuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (10/2).
Bosan dengan kehidupannya yang lekat dengan dunia hitam, Pri pun memutuskan untuk berubah di tahun 2009-2010. Pri pun kemudian memilih pindah ke Yogyakarta untuk membuka lembaran baru.
Pri yang memilih kawasan Deresan, Kabupaten Sleman sebagai tempat berpijak awal di Yogyakarta mulai memerdalam ilmu agama. Pri pun kemudian mendirikan sebuah Panti Asuhan yang dinamai Daarul Qolbi di Ngemplak, Kabupaten Sleman.
"Alhamdulillah sudah mendirikan panti asuhan Daarul Qolbi selama enam tahun. Saya dirikan tanpa proposal, tanpa meminta-minta. Kita doanya minta dipertemukan dan Alhamdulillah cukup," ungkap Pri.
Selain membuka Panti Asuhan, Pri pun kemudian membuka jasa menghapus tato gratis tanpa syarat. Jasa menghapus tato gratis ini dimulai Pri tanpa sengaja.
Pri menceritakan, awalmula dirinya membuka jasa hapus tato tanpa syarat karena didatangi oleh seorang ibu. Ibu tersebut sempat sambat jika anaknya yang telah pergi dari rumah akhirnya pulang. Saat pulang, tubuh sang anak sudah dipenuhi dengan tato.
"Waktu itu saya ada tamu ibu-ibu jam 10 malam. Anaknya itu minggat dari kelas 6 SD pulang sudah besar dan tatonya penuh. Terus saya sarankan untuk ke teman-teman yang dakwah hapus tato gratis," tutur Pri.
Sayangnya, keinginan ibu dan anak itu terganjal karena syarat menghapus tato gratis haruslah setor hapalan surat-surat Al-Quran. Pri yang mendengar cerita itu pun kemudian berpikir keras.
Akhirnya, Pri pun memberanikan diri untuk membuka jasa layanan hapus tato tanpa syarat pada Senin (10/2). Pri menyebut banyak orang yang antusias dengan jasa menghapus tato tanpa syarat itu.
“Saya sebagai mantan preman melihat teman-teman di luar sana yang konteksnya anak jalanan atau terminal atau apa saat mau hijrah kalau nggak ada wadah kalau ke dokter atau salon kecantikan kan mahal," tutur Pri.
"Ini salah satu fasilitas buat teman-teman yang hijrah juga. Makanya kita judulnya hapus tato tanpa syarat. Tidak hanya Islam, di luar agama Islam boleh hapus tato. Saya ingin manfaat buat semua,” imbuh Pri.
Pri menerangkan upayanya membuka jasa layanan hapus tato ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak menyebar poster di media sosial, Pri mengaku banyak orang yang mendaftar untuk menghapus tato.
Bahkan sejak Minggu (10/2) sudah banyak orang yang mendaftar. Padahal Pri baru akan membuka jasa layanan hapus tato di hari Senin (11/2).
Untuk menghapus tato, Pri menyiapkan alat laser yang lazim dipakai menghapus tato. Pri menerangkan dirinya tak menarik tarif untuk biaya menghapus tato. Hanya saja, sebuah kotak infaq disiapkan bagi orang yang ingin bersedekah ke panti asuhan yang dikelolanya.
“Di sini ada kontak infaq mengisi boleh nggak juga boleh. Kalau ngisi harapannya buat keberkahan buat panti,” ucap Pri.
Terpisah, Yulius (42) mengaku sengaja datang untuk mengantar istri menghapus tato. Yulius menyebut dirinya mendapatkan informasi dari media sosial tentang jasa hapus tato gratis yang dikelola oleh Pri.
Yulius mengungkapkan dirinya sempat kesulitan mencari layanan hapus tato gratis tanpa syarat. Pasalnya ada beberapa jasa tato hapus tato yang memiliki syarat yang tak bisa dipenuhinya.
Yulius menambahkan dirinya sempat ingin mengantar istrinya ke Bandung karena di kota itu banyak jasa hapus tato tanpa syarat. Namun usai melihat postingan di media sosial, Yulius pun memilih untuk mengantar sang istri datang ke Pri.
"Kalau di Bandung banyak. Ini baru saya tahu (lewat postingan medsos). Terus saya ke sini. Harapannya bisa menghapus tato istri saya," terang Yulius.