Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut pada Jumat (22/11) menyebabkan banjir di komplek Pesantren Persatuan Islam (Persis) 99, Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Banjir disebabkan tersumbatnya aliran air di salah satu proyek pembangunan jembatan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa komplek pesantren yang lokasinya di kaki Gunung Guntur terendam sekitar 1 meter.
"Yang terkena dampak ada 12 rumah, 11 diantaranya dihuni oleh guru-guru pesantren. Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Ciojar," ujarnya, Sabtu (23/11).
Tubagus mengatakan bahwa ke-12 rumah yang terendam posisinya memang tidak jauh dari Sungai Ciojar. "Mulai terendam dari sekitar setelah Magrib sampai tengah malam," katanya.
Ia menyebut bahwa terendamnya komplek pesantren Persis 99 Rancabango bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa sempat beberapa kali terjadi dengan penyebab yang sama.
Saluran Air Tersumbat
Dari beberapa kejadian di wilayah tersebut, diungkapkan Tubagus, banjir terjadi akibat dari tersumbatnya aliran air Sungai Ciojar akibat menumpuknya sampah.
Setelah hujan turun pada Jumat (22/11) sore, ia menyebut bahwa aliran air Sungai Ciojar memang membawa material sampah yang cukup banyak. Material sampah tersebut kemudian tersangkut di bawah jembatan yang sedang dalam proses penyelesaian.
"Untuk membersihkannya, kita koordinasi dengan Dinas PUPR sehingga bisa menurunkan alat berat guna membersihkan sampah yang menumpuk dan menyumbat itu," ucapnya.
Ia memastikan bahwa dalam kejadian banjir tersebut tidak ada yang menjadi korban jiwa atau pun luka. Sedangkan kerugian materil hingga saat ini masih dilakukan perhitungan.
"Pagi ini Alhamdulillah sudah surut setelah dilakukan normalisasi saluran hingga penyedotan air bersama aparat TNI, Polri, Kecamatan, pihak pesantren, dan warga setempat," tutupnya.