Menko Polhukam Mahfud Md menggelar rapat paripurna tingkat menteri di kantornya hari ini. Salah satu menteri yang hadir adalah Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.
Dalam rapat itu, Retno menjelaskan soal persiapan KTT ke-35 ASEAN yang akan digelar di Bangkok, Thailand. Menurutnya, stabilitas ekonomi dunia sedang terganggu. Namun, negara-negara di kawasan Asian Tenggara masih relatif stabil karena peran ASEAN.
"Pertanyaannya kenapa Asia Tenggara masih mampu untuk menjaga stabilitas perdamaian kesejahteraan? Ini tentunya tidak lepas dari peran ASEAN. Selama 52 tahun ini ASEAN berusaha untuk menjadi motor bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan," kata Retno yang meninggalkan rapat terlebih dahulu untuk beranjak ke Bangkok di kantor Menko Polhukam, Jakarta, Kamis (31/10).
Retno menyebut Indonesia mempunyai kontribusi yang besar untuk ASEAN, khususnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas. Bahkan, banyak negara-negara menyebut Indonesia sebagai natural leader.
"Salah satu kontribusi yang diberikan Indonesia dalam konteks menjaga perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan tidak hanya di Asia Tenggara tetapi juga di Indo Pasifik. Itu adalah konsep Indonesia yang akhirnya disetujui oleh para pemimpin ASEAN bulan Juli yang lalu, yaitu ASEAN Outlook on Indo Pasific. Jadi konsep itu sudah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN, tugas kita adalah sekarang menurunkan konsep itu menjadi kerja sama yang konkret," ungkap Retno.
Setelah konsep disetujui pimpinan ASEAN, kata Retno, Presiden Joko Widodo akan menjalin kerja sama dalam 4 sektor.
"Kerja samanya itu kan sudah ada 4 kerja sama yang ada di dalam konsep tersebut: 1. Maritim, 2. Connectivity, 3. SDGs (Suistanables Development Goals) dan 4. Kerja sama ekonomi yang lainnya yang juga mencakup masalah perdagangan dan investasi," tandas dia.
Reporter: Putu Merta Surya Putra