Dua wanita bersih-bersih sampah usai aksi demontrasi berujung bentrok di halaman DPRD Kota Malang. Dua mahasiswa peserta aksi, Eslyna Limbong dan Aulia memunguti sampah tertinggal di sekitar lokasi.
Keduanya mengaku membantu petugas dengan membersihkan sampah sisa-sisa para demonstran. Sebuah plastik kresek besar digunakan mengumpulkan sampah yang ditinggalkan.
Sebagian sampah rata-rata bekas kertas poster. Sampah yang ditemukan dimasukkan ke dalam plastik kresek dan diserahkan ke bak sampah milik petugas kebersihan.
"Ini kan sampah kita bersama, kami hanya membantu petugas saja," kata Eslyna Limbong yang kuliah di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Selasa (24/9).
Sehari sebelumnya, Eslyna dan Aulia juga mengaku ikut aksi yang sama. Mereka juga melakukan kegiatan yang sama. Keduanya mengaku hanya terpanggil dan tidak mendapat perintah dari siapa pun.
Eslyna mengaku turut mendukung aksi menolak pelemahan KPK dan beberapa draf undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. Keduanya sebagai mahasiswa tegas menolak langkah DPR RI yang bekerja diam-diam itu.
"Kami jelas kelompok yang menolak," tegasnya.
Sementara itu, hingga pukul 17.30 WIB, sebagian massa masih bertahan dengan menggelar aksi teatrikal. Massa yang sebelumnya terpusat di pintu selatan Gedung DPRD Kota Malang, bergeser di pertigaan Jalan Majapahit, samping balaikota Malang.
Petugas keamanan dengan kekuatan penuh masih berada di sekitar Gedung DPRD dan Balaikota. Kendaraan taktis juga terlihat terparkir di halaman balaikota, sedangkan para personel masih berjaga-jaga.
Mereka mengawasi para peserta aksi yang secara bergantian berorasi dan membaca puisi. Sementara Jalan Tugu digunakan satu jalur hingga membuat sedikit kemacetan.