Kepala BPBD Riau Tolak Bantuan Gubernur DKI Jakarta Atasi Kebakaran Hutan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger menyebutkan tim gabungan Satgas Riau menolak kiriman tim pemadam kebakaran hutan dan lahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebab Satgas Karhutla Riau masih sanggup memadamkan api.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Kepala BPBD Riau Tolak Bantuan Gubernur DKI Jakarta Atasi Kebakaran Hutan
Lahan gambut yang terbakar di Kampar. ©2019 AFP PHOTO/ADEK BERRY

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger menyebutkan tim gabungan Satgas Riau menolak kiriman tim pemadam kebakaran hutan dan lahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebab Satgas Karhutla Riau masih sanggup memadamkan api.

"Kami sepakat tidak memerlukan bantuan tim pemadam dari Pemprov DKI Jakarta. Karena tim kita masih mampu menangani kebakaran lahan di Riau," ujar Edwar yang menjabat sebagai Wadan Satgas Karhutla kepada merdeka.com, Rabu (18/9).

Edwar menyarankan agar tim yang akan dikirim Anies ke Riau digeser ke Jambi dan Sumatera Selatan. Sebab kebakaran lahan di sana menimbulkan kabut asap yang berdampak ke Riau.

"Mungkin sebaiknya dikirim ke tempat lain saja. Kabut asap di Riau merupakan imbas dari kebakaran lahan di Jambi dan Sumsel. Ini bukan pendapat pribadi saya, tapi keputusan Satgas Karhutla Riau," kata Edwar.

Satgas Karhutla Riau, kata Edwar, berterima kasih atas niat baik Gubernur DKI yang prihatin atas kondisi Riau dengan rencana pengiriman pasukan pemadam.

"Terima kasih atas niat baiknya. Kebakaran lahan di Riau mulai berkurang. Nah kalau soal kabut asap pekat ini karena kiriman dari Sumsel dan Jambi. Karena arah angin dari sana sampai ke Riau, jadi di sana saja yang dibantu untuk dipadamkan," jelas Edwar.

Menurut Edwar, Satgas Riau saat ini berjumlah 5.800 orang. Setiap hari siang dan malam tim pemadam Riau sudah bekerja maksimal.

"Kami di sini sudah ada pasukan yang cukup, kabut asap di tempat kita dapat kiriman. Jadi kalau titik api kita sudah jauh berkurang," kata Edwar.

Rekomendasi