Wapres JK Akui Kualitas Pendidikan RI di Bawah Negara-Negara Asia

Masih ada beberapa pekerjaan rumah penting. Salah satunya peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan Indonesia yang masih berada di bawah negara-negara Asia.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Wapres JK Akui Kualitas Pendidikan RI di Bawah Negara-Negara Asia
Wapres JK di Kongres PGRI. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan, guru harus memberikan inspirasi dan inovasi di era milenial saat ini. Guru juga harus bisa memanfaatkan pengembangan teknologi untuk memajukan bangsa.

"Guru tentu bukan hanya sekadar mengajar kita tapi mengembangkan kemampuan kita, mengembangkan teknologi, ilmu-ilmu yang penting untuk memajukan bangsa ini," ujar JK saat memberikan sambutan dalam Kongres XXII PGRI di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (5/7).

Wapres JK mengingatkan, ada tiga hal penting yang menjadi penentu kemajuan masa depan bangsa. Yakni kemampuan guru, kualitas guru, sistem pendidikan dan sarana pendidikan. Pemerintah mengaku sudah berupaya mendorong tiga hal itu. Namun, masih ada beberapa pekerjaan rumah penting. Salah satunya peningkatan kesejahteraan guru.

"Kesejahteraan guru tentu masih banyak yang kurang puas tapi masih jauh lebih baik dari masa sebelumnya terkecuali guru honorer yang mendapat gaji lebih rendah, yang selalu menjadi perhatian pemerintah," ungkap JK.

Selain kesejahteraan guru, pekerjaan rumah penting lain yang harus dihadapi adalah peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Baik pendidikan tinggi maupun menengah. Dia tidak memungkiri, Indonesia masih kalah dibanding negara lain. Bahkan di tingkat Asia. Oleh karena itu, semua pihak harus berusaha membangun sistem peningkatan kualitas pendidikan.

"Kenyataan yang kita hadapi adalah bahwa tingkat kemampuan pendidikan di negeri ini masih di bawah dibandingkan banyak negara termasuk di Asia, masih perlu kita tingkatkan dan masih perlu kita kejar bersama-sama," katanya.

Wapres menuturkan, salah satu cara mendongkrak kualitas pendidikan adalah meningkatkan mutu tenaga pengajar. Fokus pemerintah lima tahun ke depan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), di dalamnya termasuk guru sebagai ujung tombak pendidikan di tanah air.

"Karena itu pemerintah, apabila pemerintah saat ini selalu bicara infrastruktur, fisik, maka lima tahun mendatang akan membicarakan infrastruktur manusia, sumber daya manusia, kemampuan manusia dan apapun kita berbicara kemampuan manusia maka ujungnya adalah mutu pendidikan pelatihan dan sistem pendidikan," ungkap JK.

Rekomendasi