Jelang Lebaran, Penjual Bunga Dadakan Menjamur di Kota Garut

Sejumlah penjual bunga dadakan tampak menjamur di sejumlah sudut perkotaan Garut. Meski hingga larut malam, mereka tetap berjualan, bahkan tidur pun di kawasan pengkolan, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut bersama bunga yang dijualnya.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Jelang Lebaran, Penjual Bunga Dadakan Menjamur di Kota Garut
Penjual bunga dadakan di Garut. ©2019 Merdeka.com/ moch iqbal

Sejumlah penjual bunga dadakan tampak menjamur di sejumlah sudut perkotaan Garut. Meski hingga larut malam, mereka tetap berjualan, bahkan tidur pun di kawasan pengkolan, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut bersama bunga yang dijualnya.

Salah seorang penjual, Asep Wawan (34) mengaku, menjual bunga seperti sedap malam dan lainnya merupakan aktivitas tahunannya bersama penjual bunga lainnya. "Hampir setiap tahun menjelang lebaran pasti jualan bunga untuk nyekar," katanya, Senin (3/5) dini hari.

Biasanya, kata Asep, penjual bunga di Garut biasanya hanya berjualan di kawasan pasar Mandalagiri dan sekitarnya saja. Namun menjelang lebaran, penjual bunga jumlahnya makin bertambah karena angka pembeliannya yang cukup tinggi.

Lebaran sendiri menjadi berkah bagi penjual bunga karena omzetnya bisa meningkat dibanding hari-hari biasanya. "Lumayan lah untuk baju lebaran. Dan memang harga penjualannya pun bisa lebih besar dibanding hari biasanya," ucapnya.

Untuk satu tangkai bunga sedap malam, disebut Asep, harga paling murah dihargai Rp 15 ribu. Namun tidak sedikit juga yang menjual Rp 25 ribu setiap tangkainya, bahkan lebih. "Kalau paket bunga lainnya satu plastik Rp 5 ribu," katanya.

Pedagang lainnya, Eneng Indriani (43), mengaku mengaku mendapatkan pasokan bunga dari wilayah Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Ia pun rela berjualan hingga dini hari dan tidur bersama jualannya di atas aspal beralaskan karpet seadanya di Jalan Ahmad Yani.

"Ya namanya juga mencari rezeki, apa yang bisa dilakukan ya kita lakukan walau tidur di jalan. Kalau malam atau subuh memang jarang yang beli, tapi kalau misalnya pulang nanti lapaknya diduduki orang lain, kan sayang," ungkapnya.

Rekomendasi