Puluhan anggota Polri terluka saat mengawal unjuk rasa berujung rusuh pada 21-22 Mei di sejumlah daerah. Mabes Polri mencatat ada 20 orang aparat terluka.
"Semuanya (totalnya) ya 20," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).
Dedi menyebut, anggota Polri yang terluka tersebar di Kalimantan Barat (Pontianak), Jawa Timur (Sampang), dan DKI Jakarta. Khusus di Pontianak, jumlahnya empat orang. Penyebab lukanya masih didalami. Selain anggota polisi, lima orang anggota Danramil juga terluka.
"Lukanya masih didalami, baik dari lemparan batu, kemudian ada luka tembak. Luka tembak ini diduga dari senjata lantak atau rakitan yang digunakan oleh pelaku. Ini yang sedang didalami hari ini," jelasnya.
Sementara itu di Jakarta, jumlah anggota polisi yang terluka sebanyak 14 orang dan di Polsek Sampang sebanyak dua orang. Polisi yang terluka dalam pengamanan kerusuhan di Jakarta sebagian besar karena terkena lemparan.
"Anggota terluka saat pengamanan unjuk rasa dan pada saat kejadian kerusuhan pembakaran dan pengrusakan itu," tutupnya.