BNN kota Samarinda dibantu Brimob Polda Kalimantan Timur menggerebek kampung narkoba di kawasan Jalan Sejahtera I, Temindung Permai, Samarinda sore ini. Tujuh pembeli narkoba diamankan, 1 pengedar yang kabur dan terperosok ke parit juga ikut diringkus.
Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 16.45 WITA. Petugas BNN berpakaian preman, datang mengepung 2 rumah diduga tempat jual beli narkoba jenis sabu dari 2 arah jalan masuk.
Enam orang diduga pembeli yang sedang meninggalkan dan akan menuju 2 rumah penjual sabu, tidak berkutik saat digeledah petugas BNN, dibantu personel Brimob. Keenamnya diborgol dan ditiarapkan di tanah.
Di sela penggerebekan, seorang pemuda terduga pengedar sempat terlihat hendak kabur. Petugas tidak kalah sigap. Sambil melepaskan sedikitnya 3 tembakan ke udara, petugas mengejar pemuda itu. Karena panik, terduga pengedar itu terperosok ke parit dan berhasil diringkus.
Kasi Berantas BNN Kota Samarinda Kompol Risnoto mengatakan, penggerebekan kali ini merupakan operasi keenam yang dilakukan BNN Samarinda. "5 kali sebelumnya hasilnya nihil. Dan ternyata masih beraktivitas," kata Risnoto, kepada wartawan, Rabu (301/).
Namun kali ini, operasi berhasil dilakukan usai melalui penyelidikan yang matang. "Melalui penyelidikan matang dan mendalam, kami dapatkan hasil. Ada orang kita amankan, 1 adalah pengedar, sisanya pembeli," ujar Risnoto.
BNN Samarinda tangkap pembeli dan pengedar ©2019 Merdeka.com/Saud RosadiDua rumah yang digerebek diduga memang menyediakan loket penjualan sabu secara terang-terangan. "Mereka buka tutup karena tahu sedang kita awasi dan berpindah-pindah. Lagipula, medan ini sulit ada di pemukiman padat. Sehingga jadi celah buat mereka ini untuk kabur," terang Risnoto.
Tujuh belas paket sabu siap edar berhasil disita petugas dari penggerebekan itu. Bersama 6 pembeli dan 1 pengedar, mereka dibawa ke kantor BNNK Samarinda di Jalan Anggur menggunakan 2 mobil Avanza bernomor polisi KT 1191 BZ dan KT 1352 NI.
"Jadi warga ini khawatir melapor karena merasa terancam," demikian Risnoto.
Pantuan merdeka.com di lokasi, jalan masuk menuju 2 rumah diduga tempat jual beli sabu itu kerap menjadi tempat parkir belasan motor. Hal ini karena pengunjung dilarang membawa motor masuk ke dalam pemukiman. Namun siapa sangka justru di tengah permukiman menjadi sarang jual beli narkoba.