Gasak HP, Dua Remaja Nekat Bacok Korban di Grand Depok City

Gasak HP, dua remaja nekat bacok korban di Grand Depok City. Pelaku mulanya berpura-pura menanyakan alamat pada korban. Namun pelaku langsung meminta ponsel milik korban. Pelaku yang sedang di bawah pengaruh minuman beralkohol pun langsung membacok korban.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Gasak HP, Dua Remaja Nekat Bacok Korban di Grand Depok City
Ilustrasi borgol. shutterstock

Dua orang remaja diamankan Polresta Depok karena melakukan pembegalan di kawasan Grand Depok City (GDC), Sukmajaya Depok. Kedua pelaku adalah DW (17) dan RR (18) yang diamankan (15/11) pagi di rumahnya di Pitara, Pancoran Mas, Depok.

Kejadian bermula ketika Aldi Pratama (17) dan Fahri (17) sedang nongkrong di depan kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok, GDC pada Sabtu (10/11) malam. Tiba-tiba mereka didatangi oleh dua orang pelaku yaitu DW (17) dan RR (18).

Pelaku mulanya berpura-pura menanyakan alamat pada korban. Namun pelaku langsung meminta ponsel milik korban. Pelaku yang sedang di bawah pengaruh minuman beralkohol pun langsung membacok korban.

"Pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam berupa celurit. Korban tidak memberikan HP nya. Karena korban melawan, akhirnya pelaku membacok korban," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Kamis (15/11).

Korban pun tersungkur ke tanah akibat luka tusuk. Korban yang terluka ada dua orang dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan menggondol ponsel milik korban.

"Pelaku dua orang. Yang satu sebagai eksekutor merampas dan menusuk. Satu orang lagi sebagai joki di motor memboncengi pelaku lainnya," tukasnya.

Kedua korban sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif. Korban mengalami luka cukup parah di bagian pinggang.

"Aksinya ini terhitung sadis karena melukai dengan celurit sampai luka dalam," paparnya.

Pelaku saat ini diperiksa intensif di Polresta Depok. Keduanya diancam pasal 365 jo 368 KUHP tentang Pencurian Pemberatan (curat). "Ancaman hukuman 9-12 tahun," katanya.

DW salah satu pelaku mengaku baru sekali melakukan pembegalan. Dia mengaku sudah merencanakan pembegalan tersebut dengan sengaja membawa senjata tajam. Celurit tersebut dibeli secara online dengan sistem cash on delivery (COD).

"Pesen di sosmed. Harganya Rp 150 ribu. Buat jaga-jaga kalau tawuran," katanya.

Sebelum bertindak katanya, DW mengonsumsi minuman beralkohol terlebih dulu. Sehingga dia merasa lebih berani ketika beraksi.

"Minum dulu sebelumnya. Ini baru sekali kok. Celuritnya memang buat tawuran," akunya.

Rekomendasi