Korban pembunuhan sekeluarga di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat dikenal baik oleh para tetangga. Warga yang belanja di warungnya pun sering dibebaskan mengambil barang meski tidak langsung membayar atau ngutang.
Salah satu warga bernama Lita menyampaikan, sehari sebelum kejadian dirinya masih berbincang dengan almarhum bapak pemilik warung.
"Kalau ke warung suka disuruh ambil sendiri aja, kalau dia lagi sibuk," tutur Lita di sekitaran lokasi, Rabu (14/11).
Lita mengaku masih berutang Rp 5.000 kepada korban. Dia mengambil dua kotak sabun mandi batangan dan belum membayar.
"Nggak bisa tidur semalaman saya mikirin masih ngutang. Padahal mau bayar sorenya, tapi pagi dapat kabar katanya dibunuh. Saya sampai teriak di sini (jalanan) nggak percaya," jelas dia.
Senada dengan Lita, Evan, warga lainnya pun mengungkap sifat royal dari korban. Ia mengaku pernah berutang pulsa beberapa kali. Bahkan terkadang digratiskan dengan alasan punya banyak bonus telepon.
"Ditanya mau telepon siapa. Keluarga? Nih pakai pulsa ada bonusnya," kata Evan.
Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com