Yogyakarta wacanakan masukkan konten keistimewaan saat penerimaan ASN

Meski demikian, dia menjelaskan, konten keistimewaan itu rencananya hanya diperuntukkan untuk formasi-formasi tertentu yang bersinggungan dengan keistimewaan di Yogyakarta.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Yogyakarta wacanakan masukkan konten keistimewaan saat penerimaan ASN
Tugu Yogyakarta. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berencana memasukkan konten atau materi tentang Keistimewaan Yogyakarta dalam proses penerimaan calon Aparatur Sipil Negara 2018 di lingkungan instansi setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi mengatakan, konten Keistimewaan Yogyakarta yang akan dimasukkan dalam proses penerimaan ASN antara lain mencakup wawasan mengenai kebudayaan, kearifan lokal, hingga aspek pertanahan di Yogyakarta. Tujuannya, untuk melihat potensi atau bakat yang dimiliki calon ASN.

"Bukan untuk menentukan gugur dan tidak ya. Ini untuk melihat bakat dia, karena jangan sampai kita nanti menempatkan seseorang yang sama sekali tidak tahu tentang keistimewaan Yogyakarta," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (24/9).

Meski demikian, dia menjelaskan, konten keistimewaan itu rencananya hanya diperuntukkan untuk formasi-formasi tertentu yang bersinggungan dengan keistimewaan di Yogyakarta. Gatoto mengatakan, konten keistimewaan itu memungkinkan diterapkan sebagai materi wawancara calon ASN atau cukup diberikan saat pelatihan setelah resmi diterima sebagai ASN di lingkungan Pemda DIY.

"Yang paling dekat ya untuk wawancara, tetapi nanti bisa dimasukkan di bagian mana masih akan kami konsultasikan. Kalau dimasukkan untuk Tes Kemampuan Dasar (TKD) tidak mungkin karena modulnya sudah standar," jelasnya.

Sebelumnya, Gatot Saptadi menyebutkan dari 3.132 kuota calon ASN 2018 di DIY, untuk lingkungan Pemda DIY mendapatkan kuota 766 orang dengan rincian tenaga pendidikan sekitar 500 orang, tenaga medis 55, dan sisanya tenaga teknis atau administrasi.

Sedangkan formasi untuk Pemerintah Kota Yogya sebanyak 356 orang, Kabupaten Sleman 628 orang, Bantul 565 orang, Kulonprogo 383 orang, dan Gunung Kidul 434 orang.

Rekomendasi