Sandi minta pendukungnya tunjukkan kampanye sejuk dan tak saling menjelekkan

Sandi juga berpesan kepada kaum milenial untuk melek dan memahami makna politik sebenarnya. Kaum milenial juga bisa menentukan pilihannya sesuai dengan karakternya tanpa dorongan dari pihak-pihak tertentu.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Sandi minta pendukungnya tunjukkan kampanye sejuk dan tak saling menjelekkan
Sandiaga di Palembang. ©2018 Merdeka.com

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno, meminta pendukungnya tetap mengedepankan kesejukan dan kedamaian dalam berkampanye. Dia meminta biarkan masyarakat memilih pemimpin yang terbaik untuk lima tahun ke depan.

Hal itu diungkapkan Sandi saat berkunjung ke Palembang dengan beberapa gelaran kegiatan, Selasa (18/9). Menurut dia, pesta demokrasi di Indonesia pada 2019 mestinya diwarnai kegembiraan dan menghindari adanya gesekan antar pendukung calon.

"Mari selama kampanye delapan bulan ke depan kita lakukan kampanye sejuk, damai, tidak saling menjelekkan calon lain," ungkap Sandi.

Sandi juga berpesan kepada kaum milenial untuk melek dan memahami makna politik sebenarnya. Kaum milenial juga bisa menentukan pilihannya sesuai dengan karakternya tanpa dorongan dari pihak-pihak tertentu.

"Kita ingin kaum milenial tahu dulu bagaimana pilih pemimpin," kata dia.

Dia menambahkan, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas. Hal itu untuk memperkokoh dalam menghadapi turbulensi ekonomi bangsa.

"Barkan rakyat yang menilai. Kita ingin lebih kokoh menghadapi turbulensi ekonomi. Kita butuh pemerintah yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kaum Milenial Bersama Prabowo-Sandi (KAMI BERANI) Sumsel, Akbar Alfaro mengaku membentuk komunitas kaum mudah adalah aksi spontan sebagai dukungan kepada pasangan itu untuk membawa Indonesia lebih sejahtera. Pihaknya akan merangkul seluruh kaum milenial di Bumi Sriwijaya yang menginginkan perubahan menjadi lebih baik.

"Mari kita menangkan Prabowo-Sandi untuk Indonesia lebih baik, saatnya kaum milenial tampil dan menentukan nasib bangsa ke depan," jelas dia.

Rekomendasi