Polisi menangkap enam orang pelaku diduga menembak anggota PJR Ditlantas Polda Jabar di daerah Cirebon. Dua tersangka di antaranya tewas ditembak setelah melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa seluruh tersangka ditangkap dalam dua hari terakhir di tempat berbeda. Mereka berinisial I, R, S, C, MU dan G.
S ditangkap pada Minggu (2/9/2018) di daerah Cirebon. Sedangkan C ditangkap di hari yang sama di daerah Brebes. Sehari kemudian, G berhasil ditangkap juga di daerah Brebes. Lalu, MU bersama. Sedangkan I dan R tewas saat hendak ditangkap di daerah Tegal, Jawa Tengah.
"Tim gabungan Polda Jabar dan Densus 88 selalu koordinasi melakukan penyelidikan sejak awal. Semuanya akan diproses di Mabes Polri. Dari enam tersangka, dua tersangka R dan I itu telah dilakukan penembakan di mana tersangka melakukan perlawanan, di daerah Jawa Tengah, tegal," katanya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (3/9).
Keenam pelaku itu, kata Truno, diduga satu jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Semuanya terlibat dalam dua aksi yang terjadi di Cirebon.
Seperti diketahui, dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar, pada Jumat 24 Agustus 2018, ditembaki orang tak dikenal di KM 223-400 Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon.
Korban diketahui bernama Ipda Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana. Dalam insiden itu, satu korban yakni Ipda Dodon, dinyatakan meninggal dunia, setelah menjalani perawatan.
Aksi penembakan ini, juga sempat terjadi baru-baru ini. Seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Cirebon Kota, menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK), dini hari tadi, Senin 20 Agustus 2018, kemarin.
Korban ialah Brigadir Angga, anggota patroli Sabhara Polres Cirebon Kota, diserang saat dirinya tengah melakukan patroli di sekitar Jalan Diponegoro, Cirebon.
Penyerangan yang dilakukan, Truno katakan memiliki motif balas dendam karena ada anggota keluarga pelaku telah ditangkap oleh Polisi.
"Mereka merencanakan ini, motifnya diduga balas dendam," jelas Truno.