Kerabat ungkap mimpi Nur Mahmudi jadi pengusaha kuliner sebelum tersandung korupsi

"Nur menawarkan tempat di kawasan Cimanggis. Tapi kami belum berminat. Sementara ini, masih di daerah-daerah yang pinggiran seperti Gandul, Sawangan, dan Mampang. Jadi belum mau ke arah Margonda ke sana," terang Ubaidillah, kerabat yang sukses membuka bisnis kuliner ayam geprek.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kerabat ungkap mimpi Nur Mahmudi jadi pengusaha kuliner sebelum tersandung korupsi
Nur Mahmudi. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi, menjadi tersangka kasus pelebaran jalan di kawasan Tapos, Depok. Meski sudah berstatus tersangka, Nur Mahmudi belum ditahan.

Ubaidillah, kerabat Nur Mahmudi bercerita, sebelum tersandung kasus dugaan korupsi, politikus PKS itu rupanya bermimpi menjadi pengusaha kuliner. Ubaidillah juga menjadi pemegang label Ayam Geprek Juara.

Ia mengatakan, Nur Mahmudi Ismail berminat menjadi mitra bisnisnya. Ketertarikan itu muncul setelah menghadiri pembukaan cabang baru di kawasan Gandul, Depok. Nur Mahmudi kagum karena usaha ayam milik Ubaidillah berkembang pesat.

"1 Juli 2018 lalu, Nur Mahmudi Ismail sempat mampir ke Gandul (cabang Ayam Geprek). Nur meminta Saya untuk mensurvei ruko miliknya," kata dia.

Namun, Ubaidillah belum tertarik melebarkan bisnis ke kawasan Cimanggis dan sekitarnya.

"Nur menawarkan tempat di kawasan Cimanggis. Tapi kami belum berminat. Sementara ini, masih di daerah-daerah yang pinggiran seperti Gandul, Sawangan, dan Mampang. Jadi belum mau ke arah Margonda ke sana," terang dia.

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan di Tapos, Depok, Jawa Barat. Sayangnya, sejak diumumkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, keberadaan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mendadak misterius.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi