Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menepis anggapan politis soal dilantiknya Wakapolri Komjen Syafruddin sebagai MenPAN-RB. Menurut dia, anggapan publik soal pengamanan suara Jokowi di level aparatur sipil negara jelang Pilpres 2019 tidak dapat dibenarkan.
"Sebenarnya jangan berhitung seperti itu lah ya. Kalau basis suara. Berapa sih basis suara di TNI dan polisi, kan tidak banyak," kata dia di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).
Menurut dia, keputusan Jokowi memilih jenderal bintang tiga tersebut sudah sangat matang. Syafruddin dinilai cakap mengatur SDM dengan pengalamannya sebagai polisi.
"Kalau Pak Jokowi sudah memilih beliau, beliau sudah menghitung kompetensinya, pengalaman beliau sebagai Wakapolri, karena salah satu tugas seorang Wakapolri ya mengatur direktur SDM. Kira-kira kalau kita bawa bernegara ya sama," jelas dia.
Lebih jauh, pensiunan militer ini menegaskan tidak akan ada kecemburuan sosial di tengah partai koalisi. Dia menilai, hal itu hanya isu di tengah keputusan pribadi presiden dalam waktu yang singkat.
"Yang cemburu harus siapa? Saya pikir tidak, karena waktunya sudah sangat pendek, dicari figur yang memang sudah paham tentang SDM. Istilahnya dengan waktu yang sempit ini, beliau harus langsung running. Saya pikir pertimbangan Pak Jokowi menunjuk sosok wakapolri, saya pikir sudah tepat," tandasnya.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com