Ratusan polisi diterbangkan ke NTB, bantu evakuasi dan pemulihan pascagempa

Fokus evakuasi dilakukan di wilayah Lombok Utara dan Timur yang terdampak gempa paling parah. Selain masyarakat umum, prioritas evakuasi juga dilakukan terhadap wisatawan yang berada di kawasan Gili Trawangan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Ratusan polisi diterbangkan ke NTB, bantu evakuasi dan pemulihan pascagempa
Apel Operasi Lilin 2016. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Mabes Polri mengirimkan empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dan lima tim medis memperkuat operasi kemanusiaan pasca-gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim ini akan fokus melakukan evakuasi korban dan pemulihan fasilitas publik pascagempa.

"Kita melakukan recovery fasilitas publik yang bisa kita recovery secepatnya untuk kepentingan publik," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, di kantornya, Jakarta, Senin (6/8).

Iqbal menuturkan, Polda NTB telah menerjunkan pasukannya sejak pertama kali gempa terjadi di wilayah tersebut. Mereka terus melakukan evakuasi dan pengamanan hingga hari ini.

Fokus evakuasi dilakukan di wilayah Lombok Utara dan Timur yang terdampak gempa paling parah. Selain masyarakat umum, prioritas evakuasi juga dilakukan terhadap wisatawan yang berada di kawasan Gili Trawangan.

"Wisawatan dan semua turis asing itu jadi prioritas juga. Kita tidak mendiskriminasi beberapa masyarakat, tetapi kita harus melakukan upaya-upaya maksimal, prinsipnya untuk membantu semua masyarakat," tutur Iqbal.

Bukan hanya evakuasi, Polri juga meningkatkan pengamanan pascagempa Lombok untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. "Jangan sampai ada orang-orang yang mengambil kesempatan dalam insiden ini," Iqbal menandaskan.

215 Personel dilepas ke Lombok

Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Deden Juhara, melepas keberangkatan 215 personel di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta. Jumlah tersebut baru sebagian dari total 460 personel yang dipersiapkan membantu misi kemanusiaan di Lombok

"Jadi jumlahnya 460. Yang sekarang diberangkatkan ini jumlahnya 215 baik dari Brimob maupun kesehatan kemudian dari Jatim sama 215 juga kemudian ada yang menyusul karena harus siapkan obat. Jadi kita kirim Brimob yang nanti membantu evakuasi kepada masyarakat yang butuh terutama korban," kata Deden di Mapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/8).

Selain itu, ada sekitar 100 personel dari petugas kesehatan untuk mengantarkan logistik seperti makanan dan obat-obatan.

"Korban yang meninggal dunia, luka ringan dan luka berat atau korban yang stres, siapkan bantuan. Berikan rasa aman kepada masyarakat, berikan penerangan sejelas-jelasnya, kemudian monitor kepada petugas lain, ikut bantu distribusi makanan dan logistik," jelas Deden.

Kepolisian juga menurunkan tim DVI (Disaster Victum Identification) ke lokasi gempa.

"DVI juga kita jalankan kalau identitas tidak diketahui, kita siapkan. Tapi umumnya mereka tertimpa bangunan dan masih bisa dikenali oleh keluarga," kata Deden di Mapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (6/8).

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi