Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih, Ridwan Kamil menilai salah satu kelemahan Pemerintah Provinsi Jabar saat ini adalah lobi kepada kepada Pemerintah Pusat masih lemah. Menurutnya, lobi diperlukan untuk membangun Jabar.
"Salah satu kelemahan Pemprov yang akan saya perbaiki adalah lobi ke pusat yang kurang maksimal. Jadi saya ingin kalau (anggaran) gak cukup harus ada sistem, gimana saya minta ke pemerintah pusat karena populasi yang harus disuapi, disejahterakan sangat banyak. Itu cara saya," kata pria yang akrab disapa Emil usai menghadiri rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (25/7).
Lobi maksimal sudah dilakukan oleh provinsi lain, dia mencontohkan Sumatera Utara yang APBD-nya tidak besar, namun menerima bantuan pusat bisa mencapai puluhan triliun rupiah.
Emil mengaku telah mengantongi sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan di 100 hari kerja pertamanya sebagai Gubernur Jabar, setelah resmi dilantik tanggal 17 September 2018 mendatang.
Setidaknya lima program kerja ditargetkan terwujud. Yakni Pengentasan pengangguran lewat satu perusahaan satu desa, launching kredit di masjid dan hibah pariwisata.
"Alhamdulillah banyak, minimal lima hal dalam 100 hari bisa kita eksekusi," terangnya.
Di samping itu, ia akan fokus dalam pembangunan bidang infrastruktur terutama di wilayah perbatasan, seperti kawasan Jabar Selatan.
Soal Citarum, Emil melihat peran TNI lebih dominan ketimbang Pemprov Jabar.
"Hari ini, citranya TNI (lebih) dominan. Harusnya tetap gubernurnya (yang turun). Elemen khusus seperti TNI itu menguatkan," kata Emil.
Emil berjanji akan terjun mengawasi penataan dengan gaya baru. "Kepemimpinan baru gaya baru, banyak turun lapangan. Tidak akan banyak teori lagi, kita akan banyak aksi," ujarnya.
Menanggapi kritik Emil, Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana melihat sejauh ini hubungan antara Pemprov Jabar dengan pemerintah pusat baik. Salah satu contohnya adalah pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
"Pembangunan Bandara di Kabupaten Majalengka sebuah bukti bahwa Pemprov Jabar mampu berkomunikasi baik dengan pemerintah pusat," kata Haris saat dihubungi.
Menurutnya, kritik Emil baik untuk pembenahan kinerja Pemprov Jabar. Dia berharap Emil mampu merealisasikan pernyataannya.
"Gubernur baru harus bisa lebih pro aktif dalam membangun hubungan dengan pemerintah pusat, sehingga diharapkan dukungan bantuan APBN untuk pembangunan di Jabar meningkat lebih besar lagi," tuturnya.