Resmikan Tol Kartasura Sragen, Jokowi mau rest area jual sate, telur asin & pecel

Ekonomi asing yang dimaksud, lanjut presiden, di antaranya makanan cepat saji. Jokowi tidak mau jika hadirnya jalan tol nantinya justru akan muncul keluhan dari masyarakat terkait menurunnya omzet.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Resmikan Tol Kartasura Sragen, Jokowi mau rest area jual sate, telur asin & pecel
Jokowi resmikan Tol Kartasura Sragen. ©2018 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ruas jalan tol Kartasura Sragen, di gerbang Ngemplak, Boyolali Sebelum diresmikan hari ini, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) telah melakukan ujicoba dan sosialisasi untuk masyarakat.

Meski belum berbayar, selama ujicoba masyarakat yang akan melintas diwajibkan melakukan transaksi tapping dengan kartu e-toll.

Jalan bebas hambatan tersebut telah memenuhi persyaratan laik fungsi secara teknis, administratif dan sistem operasi sehingga dapat dioperasikan. Hal tersebut dibuktikan dengan surat layak operasi dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No JL.10-10-Db/589 tanggal 28 Mei 2018. Surat ini menyatakan Jalan Tol Solo-Ngawi, Segmen Kartasura-Sragen layak operasi dan dapat dioperasikan sebagai jalan tol yang diterima PT JSN.

Surat tersebut menyusul terbitnya surat yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan No AJ/401/1/12/DJPD/2018 tanggal 21 Mei 2018, dan No AJ/401/1/13/DJPD/2018 tanggal 21 Mei 2018.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta PT JSN selaku pengelola agar tak membiarkan rest area kosong. Ia meminta agar tempat istirahat tersebut dimanfaatkan dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal itu, kata Jokowi, dimaksudkan untuk mendorong peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar ruas tol.

"Untuk yang pertama, saya titip jalan tol ini agar bisa memperlancar mobilitas dan menurunkan biaya logistik. Kemudian rest area jangan sampai titik-titik yang ada kegiatan ekonomi justru diisi asing," ujar Jokowi.

Ekonomi asing yang dimaksud, lanjut presiden, di antaranya makanan cepat saji. Namun harus diisi dengan kuliner atau UMKM yang ada, seperti soto, gudeg, sate, telur asin, wedang ronde, batik dan juga yang lainnya.

"Saya sudah meminta menteri BUMN dan PUPR untuk bekerja sama agar telur asin dan batik juga bisa dijual di rest area," katanya.

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan, ia tidak mau jika hadirnya jalan tol nantinya justru akan muncul keluhan dari masyarakat terkait menurunnya omzet.

"Jangan sampai ada suara, pak telur asin saya omzetnya anjlok," ucapnya.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo serta sejumlah pejabat lainnya.

Jalan tol Kartasura Sragen dilengkapi dengan 4 gerbang tol, yakni di Kartasura (Ngasem), Solo (Ngemplak), GT Karanganyar (Kebakkramat) dan Sragen (Pungkruk). Jalan tol ini juga dilengkapi dengan simpang susun di gerbang tol Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno mengatakan pemberlakuan nantinya akan diberlakukan tarif baru. Sesuai keputusan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), tarif yang ditetapkan adalah Rp 1.000 per kilometer untuk kendaraan golongan 1.

"Tarif tol yang ditetapkan pemerintah Rp 1.000 per kilometer untuk golongan 1, golongan 2 dan 3, Rp 1.500 per kilometer dan golongan 4 dan 5, Rp 2 ribu per kilometer," urainya.

"Jadi nanti untuk golongan 1, Kartasura-Sragen tarifnya Rp 35 ribu, untuk Solo-Sragen tarifnya 24 ribu," jelasnya.

Rekomendasi