Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan, dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Dia beralasan sakit sehingga tidak datang ke Mapolda Sumut.
"Hari ini yang bersangkutan tidak hadir sesuai waktu yang dijadwalkan penyidik kasus musibah KM Sinar Bangun," kata Kabid Humas Polda SumutKombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (9/7).
Melalui pengacaranya, Nurdin menyampaikan surat keterangan sakit. Mereka meminta pengunduran jadwal pemeriksaan.
"Dia minta pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2018. Kita lihat nanti apakah yang bersangkutan datang atau tidak," ucap Tatan.
Nurdin Siahaan belum pernah diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun. Pemeriksaan perdana rencananya digelar hari ini, namun dia mengaku tidak bisa datang.
Dalam kasus itu, 4 tersangka lain telah lebih dulu diproses dan ditahan. Berkas perkara mereka tengah diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejati Sumut.
Keempat tersangka itu terdiri dari 3 regulator dan seorang nakhoda kapal. Tiga regulator yang telah dijadikan tersangka dan diproses masing-masing: Karnilan Sitanggang pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo; F Putra, PNS Dishub Samosir yang menjadi Kapos Pelabuhan Simanindo; dan Rihad Sitanggang, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir. Seorang lainnya adalah nakhoda kapal, Poltak Soritua Sagala.
Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUHPidana. Mereka terancam pidana kurungan selama maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.
Seperti diberitakan, KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal itu diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepeda motor.
Sesuai data dari Basarnas, hanya 24 orang yang ditemukan terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 3 penumpang meninggal dunia. Sementara 164 orang lainnya masih hilang.