Sejumlah petugas pemadan kebakaran masih berada di Gedung Karya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Petugas melakukan penyisiran ke setiap lantai pascakebakaran pada Minggu (8/7) dini hari untuk memeriksa kemungkinan masih ada korban yang terjebak.
Dalam peristiwa ini empat orang meninggal dunia akibat kehabisan oksigen. Empat korban ditemukan di lantai 5 dan 12.
Salah seorang petugas Damkar mengatakan saat ini timnya sedang melakukan evakuasi di lantai 25. Dikabarkan ada dua orang yang masih berada di lantai tersebut.
"Diperkirakan ada dua orang. Tapi saya belum tahu karena saya belum ngecek lagi di atas. Kalau enggak salah ada dua orang," ujar petugas ini. Ia pun mengaku belum tahu kondisi korban di lantai 25 tersebut.
Ia mengatakan korban selamat yang telah berhasil dievakuasi sebanyak 17 orang. Pantauan merdeka.com, sekitar pukul 10.00, tiga korban selamat dibawa ke Polres Jakarta Pusat menggunakan mobil Polres. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam peristiwa tersebut. Sebelum dibawa ke Polres, tiga orang ini telah mendapat perawatan dan pemeriksaan oleh petugas medis.
Korban Kebakaran di Gedung Kemenhub dievakuasi dengan mobil polisi ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu menyampaikan berdasarkan informasi awal, sumber asap yang berasal dari lantai 5, 8, dan 12. Pihaknya bersama tim Damkar melakukan penyisiran ke sumber asap.
"Tapi tidak ada api. Jadi setelah itu dilakukan penyisiran setelah asapnya itu sudah mulai bisa dikendalikan. Kemudian tim dari Damkar melakukan penyisiran, sampai sekarang masih melakukan penyisiran di setiap lantai di Gedung Karya itu," jelasnya.
Korban meninggal dunia yang ditemukan diperkirakan karena kehabisan oksigen. "Lebih banyak CO2-nya di ruangan tersebut," ujarnya. Korban meninggal kemudian dibawa ke RSCM.
"Dari pihak kepolisian dalam hal ini pihak Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir dan juga dari Koramil Gambir menunggu sign dari petugas Damkar apakah TKP sudah dinyatakan aman untuk kita melakukan identifikasi. Petugas identifikasi kami sudah siap ketika nanti sudah dinyatakan clean and clear TKP, istilahnya tidak membahayakan, asapnya juga sudah berkurang, kemudian kondisi oksigen sudah seimbang dengan CO2-nya, itu nanti kami menunggu sign dari petugas pemadam kebakaran untuk melakukan identifikasi," paparnya.