Panti sosial yakin Nining pasien ODGJ terjaring razia di Cisolok Sukabumi

Panti sosial yakin Nining pasien ODGJ terjaring razia di Cisolok Sukabumi. Nining diyakini terjaring razia setahun lalu.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Panti sosial yakin Nining pasien ODGJ terjaring razia di Cisolok Sukabumi
nining ditemukan. ©2018 vidio.com

Pihak Yayasan Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih meyakini Nining Sunarsih (53) adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terjaring razia pada 2107 lalu. Keyakinan itu setelah menyandingkan foto Nining dengan salah satu pasien berinisial MRS X 12 pernah terjaring razia.

"Saya memiliki foto MRS X 12 kemudian di sandingkan dengan foto Nining yang didapat dari wartawan. Saya bilang pernah lihat Ini orang (Nining) di panti. Cocok banget," kata Ketua Yayasan Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih, Denny Solang saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (3/7).

Denny mengatakan, pantinya memiliki program merawat penderita gangguan jiwa yang terlantar. Kebetulan, 2017 lalu jadwalnya menjaring Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di jalan.

Saat itu, sedikitnya enam penderita gangguan jiwa terjaring razia. Mereka terdiri dari laki-laki dan empat perempuan. Salah satunya mirip Nining. Dia adalah MRS X 12, perempuan yang terjaring razia di antara Jalan Cisolok dan Jalan Raya Citepus.

"Dia kami ambil dan rawat di panti. Yang perempuan diduga mirip Nining," kata dia.

Denny membeberkan, ciri fisik yang membuatnya yakin bahwa MRS X 12 itu adalah Nining terdapat pada bagian wajah. Bagian bibir dan rahang. Dia memberikan keterangan seperti usai mencocokan foto MRS X 12 dengan foto Nining.

Denny melanjutkan, perbedaannya hanya terdapat pada badan. Nining sedikit lebih kurus dibandingkan saat ditemukan satu setengah tahun lalu.

"Sekarang agak kurus. Intinya saya yakin kalau MRS X 12 itu Nining," kata dia.

Selama di panti, wanita itu tidak bisa diajak berkomunikasi. Hanya terdiam saat diajak bicara. Termasuk ketika ditanya nama. "Diam saja. Makanya kami kasih kode panggilan X12," tutur Denny.

Wanita itu tinggal di panti selama dua bulan. Dia kabur saat pantai mengalami kesulitan keuangan pada Januari 2018.

"Yang khas dari dia itu, bawa gembolan. Sejak dijaring hingga kabur, itu gembolan tidak boleh kami ambil. Sempat ada yang cek, isinya pakaian," tuturnya.

"Waktu Januari itu, gerbang panti sengaja kami buka. Ada 8 orang yang pergi, empat orang diantarnya tidak balik lagi termasuk wanita itu," tambah Denny.

Namun, Denny tidak ingat pakaian terakhir kali yang dikenakan wanita itu saat kabur. Yang jelas, pengurus panti sudah mengurus dan mengganti pakaiannya.

Selama diurus di panti sekitar dua bulan, ada sedikit perkembangan kondisi kejiwaan dari wanita itu. Meski tak bisa diajak komunikasi, tapi patuh jika disuruh pengurus. "Misalnya kalau nyuci piring bareng-bareng yang lain, ya dia mau," tuturnya.

"Kalau yang pertama ketemu ya kaya ODGJ lain, kumal. Di panti kami rawat, dimandiin, termasuk diganti bajunya," imbuh Denny.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi