Bertemu budayawan dan seniman reog, Puti komitmen angkat budaya Jatim

"Mbak Puti, kami sampaikan kebudayaan ini merupakan pemersatu dari politik dan agama. Tidak itu golongan mana, partai mana. Tapi kalau diajak reog semua masyarakat di Ponorogo itu guyub," kata Soehardo.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Bertemu budayawan dan seniman reog, Puti komitmen angkat budaya Jatim
Puti Guntur di Ponorogo. ©2018 Merdeka.com

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno terus jalin silaturahmi dengan tokoh budayawan, seniman reog dan perajin di wilayah Mataraman, yakni Kabupaten Ponorogo. Kedatangan cucu Presiden RI pertama Ir. Soekarno itu disambut dengan kesenian tradisional Reog Ponorogo yang diiringi dengan musik tradisional yakni gamelan. Seperti gong, kendang, gambang, bonang, demung, seruling, kempul, dan peking.

Selain bertemu tokoh kesenian Reog Ponorogo dan disambut musik gamelan, Mbak Puti panggilan akrab Puti Guntur Soekarno itu juga melihat langsung proses kerajinan gamelan. Kebetulan lokasinya berdekatan yakni di Jalan Pemuda, Kabupaten Ponorogo.

Salah seorang sesepuh seniman Ponorogo, Soehardo menjelaskan mengenai pentingnya seni dan budaya di Indonesia. Sebab, dari kesenian itu Indonesia dikenal negara seni budaya.
Ini dikarenakan di Indonesia banyak beraneka seni dan budaya. Apalagi dari seni dan budaya menjadikan ideologi Pancasila yang dicetus Bung Karno.

"Mbak Puti, kami sampaikan kebudayaan ini merupakan pemersatu dari politik dan agama. Tidak itu golongan mana, partai mana. Tapi kalau diajak reog semua masyarakat di Ponorogo itu guyub," kata Soehardo, sesepuh seniman di Ponorogo yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Ponorogo, Kamis (7/6).

"Tidak hanya masyarakat di Ponorogo saja. Tapi seluruh masyarakat di Indonesia yang suka dengan budaya seni reog, terutama waktu gerebek Suro, semuanya pasti datang. Apalagi masyarakat yang ada di Jawa Timur," tambah Soehardo.

Mengenai hal tersebut, Puti menyampaikan bahwa seni dan budaya memang terdapat pada jiwa masyarakat Indonesia. Dirinya akan memperkuat seni dan budaya di Jawa Timur.

Apalagi kesenian tradisional reog yang sudah dikenal, tidak hanya di Indonesia saja. Tapi mancanegara sudah mengenal dan mengetahui mengenai kesenian tradisional reog itu berasal dari Ponorogo.

"Reog itu sudah menjadi bagian ikon Indonesia dan dikenal di dunia Internasional. Ini harus dilestarikan kebudayaannya," kata Mbak Puti.

"Bahkan saking pentingnya kebudayaan, salah satu isi dari Trisakti Bung Karno adalah berkepribadian dalam berkebudayaan," ujar Puti lagi.

Menurut dia, masyarakat Indonesia dalam melakukan komunikasi tidak bisa lepas dari kebudayaan. Karena, Indonesia mempunyai kultur etnis budaya dari sabang sampai merauke.
Yang menjadikan ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika mempunyai 5 dasar negara yang mempunyai makna sari pati kebudayaan bergotong royong. Tidak mengenal golongan.

Sebab, dalam dasar Pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ketiga Persatuan Indonesia, sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat bijaksana dalam permusyawaratan perwakilan, sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi kebudayaan itu bukan sekadar kesenian, tapi peri kehidupan sehari kita dan bergotong royong yang merupakan bagian kebudayaan. Komunitas adat, komunitas agama, sekecil dan sebesar apapun pasti ada gotong royongnya di interaksi sehari-hari mereka," kata Cucu Proklamator Indonesia, Ir Soekarno ini.

Di akhir sambutannya, Mantan Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi kebudayaan ini memastikan bahwa program kerja dan visi misi dari Gus Ipul dan dirinya adalah untuk mengangkat kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur.

"Karena saya melihat seni dan budaya di Jawa Timur belum begitu tercium di dunia Internasional, padahal selama saya keliling Jawa Timur ini saya melihat potensinya sangat luar biasa," pungkasnya.

Rekomendasi