Kembali terjadi, penumpang Lion Air mengaku bawa bom ke dalam pesawat

"Seluruh penumpang, barang bawaan dan kargo, dikembalikan ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening)."

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Kembali terjadi, penumpang Lion Air mengaku bawa bom ke dalam pesawat
Lion Air Boeing 737 Max 8. ©2017 Merdeka.com/anggun

Penumpang Lion Air JT280 rute Cengkareng-Kuala Lumpur mengalami keterlambatan penerbangan atau delayed. Sebab, salah satu penumpangnya, YS (25) mengaku membawa bom ke dalam pesawat.

Demikian diungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro.

Danang menjelaskan seharusnya pesawat lepas landas sekira pukul 11.40 Wib dan mendarat di Kuala Lumpur pukul 17.01 MYT. Pesawat yang mengangkut 127 penumpang dewasa dan enam anak-anak itu baru terbang sekira pukul 14.15 Wib.

"Keterlambatan terbang (delayed) dikarenakan ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang penumpang laki-laki berinisial YS (25) dengan nomor kursi sesuai boarding pass yaitu 9E," ujar Danang dalam keterangannya kepada merdeka.com, Minggu (27/5).

"YS mengatakan kepada penumpang lainnya bahwa ada bom di pesawat ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding). Awak kabin dan beberapa penumpang lainnya mendengar ungkapan YS," sambungnya.

Guna memastikan hal tersebut, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

"Seluruh penumpang, barang bawaan dan kargo, dikembalikan ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening)," ujarnya.

Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di pesawat, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan.

Untuk lebih menjamin keselamatan, Lion Air mengganti pesawat pada penerbangan JT280 dari Boeing 737-800NG (B378) registrasi PK-LJV ke Boeing 737-800NG registrasi PK-LOP. Lion Air menegaskan, bahwa kedua pesawat tersebut dinyatakan laik terbang dan aman (safety).

Sementara YS diturunkan dan diserahkan kepada petugas.

"Lion Air tidak menerbangkan/ menurunkan (offload) YS berikut barang bawaannya."

"Lion Air telah menyerahkan YS ke pihak berwenang (kepolisian) bandar udara, dengan didampinngi Avsec Lion Air Group serta Avsec Angkasa Pura II untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut."

Rekomendasi