Pasokan ayam di Sumsel hanya 30 persen, harga diprediksi tetap mahal

Pasokan ayam di Sumatera Selatan menjelang Ramadan semakin minim. Alhasil, harga daging ayam di pasaran diprediksi tetap tinggi di angka Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Pasokan ayam di Sumsel hanya 30 persen, harga diprediksi tetap mahal
Pedagang ayam. ©2015 Merdeka.com/andrian salam

Pasokan ayam di Sumatera Selatan menjelang Ramadan semakin minim. Alhasil, harga daging ayam di pasaran diprediksi tetap tinggi di angka Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS) Ismaidi mengungkapkan, pasokan ayam di Sumsel pada hari normal mencapai 100 ribu ekor untuk ayam bobot 1,6-1,7 kg. Namun, saat ini hanya tersedia sekitar 30 ribu ekor saja, atau menyusut hingga 70 persen.

"Pasokan ayam berkurang, biasanya 100 ribu ekor per hari kini hanya ada 30 persennya saja," ungkap Ismaini, Selasa (15/5).

Menurut dia, berkurangnya pasokan ayam karena saat ini sedang terjadi musim pancaroba yang membuat ayam mudah mati. Apalagi, kebanyakan kandang dibuat secara terbuka sehingga sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.

"Biasanya jika musim seperti sekarang ini, panas terus tiba-tiba hujan, ayam mudah mati," ujarnya.

Akibat kondisi itu, kata dia, tidak heran jika harga ayam di pasaran berada di angka Rp 40 ribuan. Sebab, harga dari pedagang sendiri berkisar Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per ekor.

"Memang harga dari peternak sudah tinggi, mereka banyak rugi," kata dia.

Jika cuaca belum stabil, sambung dia, tidak menutup kemungkinan harga ayam tetap mahal di pasaran. Apalagi, permintaan ayam potong selama Ramadan biasanya meningkat 30 persen.

"Begitu permintaan tinggi dan pasokan sedikit, harga akan mahal," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Yustianus membenarkan harga ayam di pasar tradisional masih mahal. Pihaknya meminta asosiasi peternak membantu menggelar operasi pasar.

"Karena pasokan berkurang, operasi pasar bisa digelar di beberapa titik saja, setidaknya bisa meredam gejolak tingginya permintaan," pungkasnya.

Rekomendasi