Massa pendukung pasangan calon tumpah kantor Bawaslu dan sekitarnya menjelang sidang atau musyawarah sengketa Pilwalkot Makassar di Jalan Anggrek, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (7/5). 1.532 personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan lokasi.
Sebelum massa berdatangan, berlangsung apel dipimpin langsung Kombes Polisi Irwan Anwar, Kapolrestabes Makassar.
"Ada 1.532 personel yang disiagakan masing-masing dari Polrestabes Makassar, jajaran Polsek, Sabhara Polda Sulsel, Brimob Polda Sulsel," kata Kombes Polisi Irwan Anwar.
Irwan Anwar mengatakan, ribuan personel ini disigakan di kantor Bawaslu Makassar dan titik rawan lain seperti di bawah jembatan layang, kantor KPU Makassar dan kantor Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).
"Khusus di depan kantor Bawaslu Makassar ini, posisi massa pendukung dari dua kubu dibuat terpisah. Ada si sebelah kanan dan ada di kiri untuk antisipasi terjadi gesekan. Kami berharap aksi penyampaian aspirasi ini tetap berjalan aman dan damai," kata dia.
Di kantor Bawaslu Makassar, sidang sengketa Pilwalkot diagendakan siang nanti. Namun massa sudah berdatangan sejak pagi dan telah dipasangi kawan barrier.
Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak termohon atau tergugat yakni KPU Makassar. Sementara sehari sebelumnya, Minggu, (6/5) pengamat Reffli Harun dan Margarito Kamis hadir sebagai saksi ahli dari pihak pemohon atau penggugat, petahanan Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto dan pasangannya Indira Mulyasari Paramastuti, paslon nomor urut 2 yang didiskualifikasi oleh KPU Makassar pasca keluarnya putusan MA.
Adapun massa pendukung yang datang berunjuk rasa ini adalah massa paslon Danny Pomanto-Indira dan massa paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, paslon tunggal.