Petugas bandara mulai mengevakuasi pesawat Lion Air yang tergelincir di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (1/5). Manajer Lion Grup Gorontalo, Yasir Hasan, mengatakan saat ini peralatan sudah tiba untuk mendukung evakuasi, namun masih menunggu alat berat.
"Kami masih terkendala dengan kondisi hujan sejak Senin (30/4) malam, namun kami tetap berupaya melakukan evakuasi," ungkapnya seperti dikutip Antara.
Dia berharap seluruh tim bisa bekerja lebih maksimal agar pesawat dapat ditarik keluar dari landas pacu. Lion Air yang tergelincir pada Minggu (29/4) malam tersebut membawa 174 penumpang dan tujuh kru pesawat. Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat pesawat tergelincir, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan.
Hingga hari ini aktivitas Bandara Djalaludin masih ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan atau hingga pesawat dapat dievakuasi.
Sebelumnya, Kepala Bandara Djalaludin Power Sihaloho mengatakan penutupan Bandar Udara Djalaludin Gorontalo diperpanjang setelah sebelumnya ditutup selama 16 jam.
"Kami melaksanakan pemberitahuan dengan meminta ke Air Nav sesuai membaca situasi, dan jika melihat keadaan saat ini masih dalam proses pelaksanaan evakuasi," ujarnya.
Ia menjelaskan sebelum evakuasi, dilakukan pemeriksaan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).