Manajemen Sriwijaya FC polisikan 2 akun medsos diduga cemarkan nama baik

Dua akun media sosial dilaporkan manajemen Sriwijaya FC ke Polda Sumsel atas dugaan pencemaran nama baik klub. Manajemen berharap polisi menindak tegas agar menjadi pelajaran bagi pengguna medsos.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Manajemen Sriwijaya FC polisikan 2 akun medsos diduga cemarkan nama baik
Manajemen Sriwijaya FC polisikan dua akun media sosial. ©2018 Merdeka.com

Dua akun media sosial dilaporkan manajemen Sriwijaya FC ke Polda Sumsel atas dugaan pencemaran nama baik klub. Manajemen berharap polisi menindak tegas agar menjadi pelajaran bagi pengguna medsos.

Kedua terlapor adalah pemilik medsos Twitter atas nama @MhdMeidiansyah dan satu akun di media sosial Instagram dengan nama @meme_sriwijaya. Keduanya diduga melakukan ujaran kebencian dan meme yang memprovokasi.

Media Officer Sriwijaya FC, Muhammad Moeslim mengungkapkan, kedua akun medsos itu telah mencemarkan nama baik dan merendahkan martabat klub. Akun @meme_sriwijaya memposting capture foto direct message di media Instagram yang berisikan pernyataan adanya keterlambatan pembayaran gaji oleh pihak yang ditutupi identitasnya. Kemudian, akun ini menyebarluaskan dan turut berkomentar serta membuat meme komik.

Sementara akun dengan nama @MhdMeidiansyah membuat cuitan yang dinilai menjatuhkan nama baik Sriwijaya FC dengan menyerang salah seorang petinggi klub.

"Hari ini dua akun medsos kami laporkan ke polisi. Polisi bisa melacak karena pagi tadi akun @meme_sriwijaya sudah menghapus postingannya yang diposting dua hari lalu," ungkap Moeslim usai melapor ke SPKT Polda Sumsel, Kamis (19/4).

Menurut dia, usaha ini sebagai pelajaran dan efek jera bagi pelaku. Sebab, pihaknya tidak terima klub kebanggaan Wong Kito itu menjadi olok-olok pihak-pihak tertentu. Padahal, sejak berdiri 13 tahun lalu, Sriwijaya FC telah memberikan 22 gelar bagi suporter.

"Aturannya sudah jelas, ada Undang-undang ITE dan Pasal 310 ayat 1 KUHP, sepenuhnya kami serahkan ke penyidik untuk mengusutnya," kata dia.

Dia menambahkan, persoalan tunggakan gaji pemain selama satu pekan yang dimaksud sudah diselesaikan manajemen. Hal ini juga sudah diakui para pemain dan tak lagi mempersoalkannya.

"Hanya telat pembayaran satu minggu saja dan itu sudah diselesaikan semua, tidak ada masalah lagi," tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo mengatakan, laporan ini akan diproses dengan memanggil saksi. Terlapor yang memiliki akun itu akan dilacak keberadaannya untuk kepentingan pemeriksaan.

"Sebagaimana kasus-kasus lain, kasus ini juga akan diproses, kita selidiki," pungkasnya.

Rekomendasi