Di sesi kedua, debat Pilgub Jatim, pembaca acara bertanya mengenai bonus demografi penduduk Jatim yang diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2020-2030. Namun Bonus demografi ini tidak sepenuhnya menguntung. Hal ini karena di Jatim 8,8 persen pengangguran ternyata lulusan SMA. Lalu apa yang akan dilakukan oleh pasangan calon?
Pertanyaan ini langsung disambar oleh Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, kata kunci untuk mengatasi masalah pengangguran adalah pendidikan.
"Pendidikan SMK harus kita perbaiki kualitasnya. Sejak pengelolaan SMK diserahkan ke Pemprov, hanya 40 persen SMK di Jatim yang terakreditasi A. Sisanya B, C bahkan ada yang belum terakreditasi. Selain itu Balai Latihan Kerja (BLK) juga penting," ujar Gus Ipul saat debat kandidat calon, Selasa (10/5).
Puti Guntur pun kemudian menambahkan bahwa kandidat nomor dua memiliki program yang disebut Superstar yang merupakan kepanjangan Sentra UMKM, Pemberdayaan Industri Kreatif. Program ini nantinya bisa membuka lapangan kerja baru yang ada di Jatim.
"Mas Metal atau masyarakat melek digital. Kita akan membuat anak-anak muda yang kreatif dan terbuka," ujar Puti menambahkan.
Tak cuma Superstar dan Mas Metal, Gus Ipul dalam kesempatan ke dua juga menambahkan program Seribu Dewi atau seribu Desa Wisata. Dengan program ini, Gus Ipul dan Puti yakin bisa mengurangi pengangguran.
"Seribu Dewi, ini sangat bermanfaat bagi anak muda. Bisa menciptakan lapangan kerja. Saya sudah datang ke desa wisata Banyuwangi, dan yang berkerja di sana adalah anak-anak muda, mereka tidak hanya bekerja tetapi juga menciptakan lapangan kerja," tutup Gus Ipul.