Pembacaan puisi berjudul "Ibu Indonesia" oleh Sukmawati Soekarnoputri berbuntut panjang. Selain dilaporkan ke polisi, Presidium Alumni 212 juga akan menggelar aksi pada Jumat (6/4) terkait puisi yang dinilai mengandung SARA itu.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto menyayangkan puisi karya Sukmawati itu. Apalagi tahun ini telah memasuki tahun politik sehingga memunculkan kegaduhan.
"Kami juga sangat menyayangkan. Beliau kan budayawan senior yang betul-betul hebat, tetapi kok sedikit menyinggung masalah SARA sehingga kita ketahui banyak polemik. Menurut kami ini sebenarnya tidak pas karena apalagi sekarang ini tahun-tahun politik, ini kan menjadi hal yang ramai. Sehingga menurut kami seharusnya hal seperti itu tidak harus dilakukan," sesalnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).
Dia menambahkan sebagai budayawan senior putri Bung Karno itu tahu apa yang harus dilakukan setelah puisinya menuai kontroversi.
"Kita kembalikan kepada beliau, karena beliau kan cukup senior sebagai budayawan. Saya rasa beliau juga paling tahu untuk bagaimana mengatasi ini," kata Wakil Ketua DPR ini.
Laporan alumni 212 ke pihak berwajib disampaikan Agus pasti akan diproses sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait ranah hukum, dia enggan mengomentari lebih jauh.
"Kalau memang memasuki wilayah hukum ya kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, karena semuanya harus ditangani oleh yang berkepentingan dan berkewajiban," katanya.