Terus memantau, Menlu sebut kondisi BJ Habibie berangsur membaik

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kondisi presiden RI ke-3 BJ Habibie saat ini stabil. Dia mengakui selalu memantau kondisi Habibie yang sedang melakukan perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Munchen, Jerman.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Terus memantau, Menlu sebut kondisi BJ Habibie berangsur membaik
Menlu Retno. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kondisi presiden RI ke-3 BJ Habibie saat ini stabil. Dia mengakui selalu memantau kondisi Habibie yang sedang melakukan perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Munchen, Jerman.

"Jadi semenjak beliau masuk RS kami pantau. Melalui perwakilan di Jerman. Tapi beliau dalam kondisi yang stabil bisa bicara dengan sangat baik sebagaimana Pak Habibie. Jadi kita doakan semoga beliau pulih kembali," kata Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/3).

Dia menjelaskan rencananya minggu ini akan memberangkatkan dokter Prof Dr Lukman Hakim, SpPD-KKV, SpJP, Kger, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan untuk berangkat ke Jerman, termasuk anggota Paspampres juga diberangkatkan. Retno juga menjelaskan pihak KBRI dan KJRI terus memantau kesehatan BJ Habibie.

"Rencananya minggu ini secepat mungkin. Enggak (re: pihak Menlu) kan dipantau erat KBRI dan KJRI plus dari saya setiap hari dua kali berkomunikasi dengan tim langsung," kata Retno.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghubungi BJ Habibie yang sedang menjalani perawatan di Munich, Jerman, Minggu sore, secara langsung melalui sambungan telepon. Dalam kontak tersebut, Jokowi menyanggupi permintaan Presiden Ketiga RI itu.

Habibie menceritakan kepada Presiden Joko Widodo mengenai kondisinya saat ini. Presiden menyanggupi permintaan Habibie yang menginginkan adanya tim dokter kepresidenan dan Paspampres untuk hadir di Jerman saat dilakukan tindakan medis.

"Saya sudah berangkatkan (dalam proses) dari Indonesia untuk mendampingi," kata Presiden dalam sambungan telepon tersebut.

Rekomendasi