Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan hingga merusak matanya mengundang simpati dari berbagai pihak. Termasuk dari para pegawai KPK.
Novel tiba Indonesia pada Kamis (22/2) siang setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 10 bulan 11 hari. Kedatangannya disambut ratusan pegawai KPK. Para pegawai KPK mengenakan baju berwarna putih dan membawa spanduk dukungan untuk Novel.
Harun Al Rasyid atau Cak Harun, mewakili para pegawai KPK menyampaikan sambutan atas kepulangan Novel. Harun mengingatkan Novel bahwa setelah kepulangannya akan banyak pihak atau tokoh yang memanfaatkan dan mendekatinya hanya untuk numpang tenar.
Termasuk juga mendekatinya demi kepentingan politis. Karena itu Harun meminta Novel agar bisa memilah dengan siapa ia harus bergaul.
"Dengan kehadiranmu di negeri ini banyak orang yang akan numpang tenar dan calon-calon politisi akan mencoba mendekatimu untuk meningkatkan popularitasnya," pesannya.
"Pilih-pilihlah mana orang yang hanya numpang ketenaran dengan kehadiranmu. Hati-hati," sambungnya.
Para pegawai KPK juga meminta Novel mengatur waktunya untuk istirahat. Apalagi Novel masih harus bolak balik ke Singapura untuk mengecek kondisi mata kirinya sebelum operasi dilanjutkan.
Menurut Harun, Novel adalah manusia terpilih sehingga mendapat cobaan yang begitu berat. Ia harus kehilangan matanya dan kini sedang berjuang untuk sembuh.
Agar pelaku penyerangan segera ditangkap, Harun juga meminta Novel banyak berdoa agar hati Presiden Joko Widodo terketuk untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
"Angkat tangan minta pada Allah agar Presiden dubuka hatinya segera membentuk TGPF," tutupnya.