Diduga gara-gara utang piutang, pensiunan polisi berinisial MY (62) mengajak anaknya, AD (32), membunuh besannya sendiri, Bustoni (62). Korban tewas dengan luka tusuk di depan rumahnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi saat kedua pelaku mendatangi rumah korban untuk menagih utang sebesar Rp 2 juta di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (20/2) malam. Kedua pelaku sengaja datang dari Palembang mengendarai sepeda motor.
Korban dan pelaku sempat adu mulut karena korban enggan membayar. Tak pelak membuat pelaku emosi. Pelaku MY langsung menusuk dada kiri korban dengan pisau.
Bukannya melerai, pelaku AD yang merupakan menantu korban malah ikut menyerang. AD memukul Zainuddin, anak korban, yang tak lain adalah adik iparnya.
Usai menyerang, kedua pelaku kabur. Korban Bustoni pun dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong lagi dalam perjalanan. Sekitar satu jam setelah kejadian, kedua pelaku ditangkap saat melarikan diri.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad mengungkapkan, motif pembunuhan tersebut diduga lantaran masalah utang. Padahal, antara korban dan pelaku terbilang masih kerabat berdasarkan tali pernikahan. AD merupakan menantu korban, sedangkan MY adalah besannya sendiri.
"Kita masih periksa, untuk sementara motifnya karena utang. Informasi didapat korban punya utang dua juta kepada korban," ungkap Gazali kepada merdeka.com, Rabu (21/2).
Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. Barang bukti diamankan berupa dua bilah pisau dan sepeda motor Suzuki Thunder nomor polisi BG 4479 NG.
"Kedua tersangka bermaksud melarikan diri, tapi cepat kita ringkus satu jam usai kejadian," pungkasnya.