Buntut pertengkaran Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bintilan dan wakilnya Abdul Rahman H Buding, Kemendagri akan mengevaluasi pemilihan satu paket. Sebab, cara tersebut dinilai tidak efektif karena 'mengkawinkan' pasangan secara mendadak.
Demikian diungkapkan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono.
"Hasil evaluasi kita, konsen kita sebenarnya awalnya bupati, wali kota, gubernur kita ubah pemilihannya tidak satu paket," ujar Sumarsono saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/2).
Sumarsono mewacanakan, nantinya wakil bupati maupun wali kota akan ditunjuk oleh bupatinya atau wali kotanya sendiri.
Sumarsono mengatakan salah satu penyebab seringnya dua orang kepala daerah bersiteru, karena chemistry mereka tidak menyatu.
"Karena sekrang dalam satu paket dari dua partai yang berbeda, apalagi kemudian dipasangkan mendadak. Jadi tidak punya chemistry. Itu yang sering terjadi konflik," tegas Sumarsono.
Umumnya, keduanya 'akur' di tahun-tahun pertama mereka menjabat.
"Selebihnya perang dingin dan suasana kerjasama kurang," tutupnya.