Rapat perdana di DPR, Mensos Idrus bahas campak dan gizi buruk di Asmat

Dalam mengatasi masalah kelaparan dan kurang gizi di Asmat, Idrus telah melakukan kunjungan ke lapangan. Serta memberikan bantuan makanan ke anak-anak.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Rapat perdana di DPR, Mensos Idrus bahas campak dan gizi buruk di Asmat
Rapat kerja Mensos dengan Komisi VIII DPR. ©2018 Merdeka.com/Sania

Menteri Sosial Idrus Marham melakukan rapat kerja perdana dengan Komisi VIII DPR. Dalam rapat ini, membahas permasalahan penyakit campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua.

"(Rapat?) Ini asmat paling," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Dalam mengatasi masalah kelaparan dan kurang gizi di Asmat, Idrus telah melakukan kunjungan ke lapangan. Serta memberikan bantuan makanan ke anak-anak.

"Kemensos dan instansi lain sudah memberikan sembako untuk makan kemudian juga makan tambahan untuk anak-anak seperti biskuit, coklat, dan lain sebagainya," ungkapnya.

"Sehingga dengan demikian kami dapat pastikan sesuai dengan instruksi Presiden jangan sampai ada yang tidak terlayani dan kami pastikan bahwa dalam rangka tanggap darurat ini sudah diatasi sedemikian rupa," sambungnya.

Idrus merasa tidak ada yang berbeda dari rapat perdana ini. Sebab, kata dia, ini sama saja dengan pertemuan lainnya tetapi jabatannya saja yang kini sudah berbeda.

"Ah enggak biasa aja. Sama rasanya kayak mau ketemu gini. Jadi menteri, anggota dewan, dan wartawan kan sama-sama dalam rangka perjuangan pengabdian. Bedanya hanya posisi, tetapi kerangka visinya sama," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Kemensos, hingga 24 Januari 2018 korban Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk itu sudah menelan 65 korban meninggal dunia. Dia merinci, empat anak meninggal dunia karena campak dan satu anak meninggal karena tetanus.

Rekomendasi