Basarnas dan TNI AL selamatkan 4 nelayan di laut Kaltara akibat kapal mati mesin

Basarnas dan TNI AL selamatkan 4 nelayan di laut Kaltara akibat kapal mati mesin. Mereka berangkat Sabtu malam untuk mencari ikan. Beruntung, ada kapal lain yang melintas, dan mengabarkan peristiwa itu ke kepolisian di Tarakan.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Basarnas dan TNI AL selamatkan 4 nelayan di laut Kaltara akibat kapal mati mesin
Basarnas dan TNI AL selamatkan 4 nelayan di Kaltara. ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya

Empat nelayan asal Tarakan, Kalimantan Utara, diselamatkan tim SAR gabungan Basarnas dan TNI AL dini hari tadi, usai kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin, di perairan Bunyu, Bulungan, Kalimantan Utara.

Keterangan diperoleh, empat nelayan masing-masing Susanto (50), Andi Sariaman (46), Anton Sujarwo (42), serta Muhamad Amin (52), berangkat Sabtu (27/1) malam dari Tarakan hendak mencari ikan.

Namun di tengah jalan saat memasuki perairan Bunyu, mesin kapal itu mendadak mengalami gangguan. Beruntung, ada kapal lain yang melintas, dan mengabarkan peristiwa itu ke kepolisian di Tarakan.

"Sekitar jam 20.15 malam tadi ya, kapal memuat 4 nelayan itu dikabarkan mati mesin dan kemasukan air," kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Octavianto, Minggu (28/1).

Sekitar pukul 23.00 Wita jelang tengah malam tadi, 2 personil Basarnas dari pos SAR Tarakan, bersama dengan 3 personil TNI AL dari pangkalan utama angkatan laut (Lantamal) XIII bergerak melakukan pencarian keempat nelayan.

"Lima personil tim SAR gabungan berangkat menggunakan speedboat Satkamla (Satuan Keamanan Laut) TNI AL," ujar Octavianto.

Setelah melakukan penyisiran, keempat nelayan akhirnya ditemukan sekira pukul 02.30 Wita dini hari tadi. "Jadi, keempat nelayan ditemukan selamat, setelah terombang ambing di kapalnya," ungkap Octavianto.

Setelah 1,5 jam perjalanan kembali ke Tarakan, akhirnya keempat nelayan diserahkan kembali ke keluarganya. "Korban (4 nelayan) ini hanya mengalami mabuk ringan. Kondisinya masih stabil," demikian Octavianto.

Rekomendasi