Polri sebut sejumlah korban mezanin BEI ambrol sudah diperbolehkan pulang

Sedangkan sebab robohnya mezanin hingga kini masih diselidiki tim Pusat Laboratorium Forensik (PusLabfor) Polri. "Saya enggak mau berandai-andai penyebabnya apa. Yang jelas labfor sedang bekerja. Kita punya ahli metalurki ada, ahli analisis bangunan juga. Saya enggak bisa memastikan," tegas Wasisto.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Polri sebut sejumlah korban mezanin BEI ambrol sudah diperbolehkan pulang
Atap Gedung Bursa Efek Indonesia ambruk. ©AFP PHOTO/Amailia Putri Hasniawati

Mezanin lantai satu Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol pada Senin siang kemarin. Puluhan mahasiswa Bina Darma Palembang yang sedang karyawisata menjadi korban.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengatakan dari 73 mahasiswa yang menjadi korban dan mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit terpisah, sudah diperbolehkan pulang.

"12 Orang sudah dipulangkan, sudah rawat jalan. Dua orang tadi malam di RS Siloam menjalani operasi. Kemungkinan akan ada yang menjalani operasi lagi, karena menunggu keluarga kan kemarin. (Mayoritas mahasiswa) betul," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

Polri sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan soal mahasiswa yang jadi korban. "Kemarin udah dikontak di sana, dikontak juga melalui universitasnya untuk koordinasi. Di BEI kan hampir tiap hari ada mahasiswa, kunjungan, belajar mengenai bursa, jadi emang hari-hari seperti itu. Rame begitu," ujarnya.

Sedangkan sebab robohnya mezanin hingga kini masih diselidiki tim Pusat Laboratorium Forensik (PusLabfor) Polri.

"Saya enggak mau berandai-andai penyebabnya apa. Yang jelas labfor sedang bekerja. Kita punya ahli metalurki ada, ahli analisis bangunan juga. Saya enggak bisa memastikan," tegas Wasisto.

Seperti diketahui, korban akibat mezanin ambrol mencapai 70-an jiwa orang. Mereka dibawa ke lima rumah sakit yakni RS Pusat Pertamina menampung tujuh orang korban dan dua di antaranya sudah pulang, RS Siloam Semanggi/MRCCC yang menampung 28 orang korban dan tujuh diantaranya sudah pulang. RS Jakarta yang menampung 20 orang korban dan tiga diantaranya sudah pulang, RS Mintoharjo yang menampung 17 orang korban satu diantaranya sudah pulang dan yang terakhir di RS Tarakan yang hanya menampung satu orang korban.

Rekomendasi