Sempat kejang-kejang, seorang penumpang meninggal di Bandara Ngurah Rai

Sempat kejang-kejang, seorang penumpang meninggal di Bandara Ngurah Rai. Communication & Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim membenarkan ada hal tersebut dan menegaskan korban meninggal karena sakit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sempat kejang-kejang, seorang penumpang meninggal di Bandara Ngurah Rai
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Calon penumpang pesawat IN 280 rute Denpasar-Dilli, bernama Romao Feenandes Da Silva (36), dilaporkan meninggal setelah sempat kejang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Informasi yang didapat saat itu sekitar pukul 10.10 WITA, korban berada di terminal Keberangkatan Internasional menunggu jadwal keberangkatan ke Dilli. Tiba-tiba ia mengeluhkan sakit maag dan meminta tolong kepada petugas Bandara.

Saat itu, ia langsung diantar petugas ke tempat medis Bandara guna mendapatkan perawatan. Namun setelah melewati area counter TPI Imigrasi Terminal Keberangkatan Internasional, tepatnya di area Premier Lounge, korban mengalami kejang-kejang yang saat itu juga oleh beberapa petugas Ground Handling PT. JAS, bergegas membawanya ke Balai Karantina Kesehatan Bandara Ngurah Rai.

"Korban tiba-tiba kejang. Dari Balai Karantina Kesehatan, korban dirujuk ke RS Siloam. Kabarnya sempat mendapat penanganan medis di sana (RS Siloam). Tapi sayangnya nyawanya sudah tidak tertolong," tutur salah seorang petugas di Bandara Ngurah Rai, Kamis (11/1) Bali.

Soal ini, Communication & Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim membenarkan ada hal tersebut dan menegaskan korban meninggal karena sakit.

Rekomendasi