Sikap politik Soekarno atas Palestina-Israel adalah: Selama Palestina belum merdeka, maka Indonesia akan berdiri tegak untuk kemerdekaan Palestina. Ketegasan presiden pertama RI ini kembali berkumandang ketika Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Jawa Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (21/12) malam.
Dan sikap politik Bung Karno (Soekarno) ini, kemudian diteruskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mengajak seluruh negara Islam di dunia, yang tergabung dalam OKI, bersatu menolak keputusan Amerika Serikat soal Yerusalem.
Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana dalam sambutannya di acara Maulid Nabi menegaskan, bahwa PDIP menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibukota Israel.
"Bapak Joko Widodo dengan tegasnya mengajak seluruh negara Islam untuk menyatakan kemerdekaan Palestina. Menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Palestina seperti yang dikumandangkan Bung Karno berpuluh-puluh tahun lalu: Selama Palestina belum merdeka, maka Indonesia akan berdiri tegak untuk kemerdekaan Palestina," tegas Whisnu.
Di hadapan ratusan kader PDIP Kota Surabaya, Whisnu mengajak untuk saling mencintai sesama, bukan saling ejek. "Itu yang dinamakan kita cinta Rasulullah, jadi bukan hanya perayaan Maulid Nabi, tapi bagaimana tingkah laku kita menyerupai beliau (Nabi Muhammad Saw), bagaimana kita memperjuangkan kesamaan hak atas sesama manusia," tegasnya.
Selain itu, Whisnu juga mengajak para kadernya untuk meneladani sikap Bung Karno sebagai pendiri bangsa yang ikut memperjuangkan umat Islam di seluruh dunia. "Karena Bung Karnolah ada masjid di belahan bumi paling utara, yaitu Rusia," katanya.
Putra mantan Sekjen PDIP, almarhum Soetjipto ini menceritakan kisah Bung Karno bertemu Presiden Uni Soviet kala itu, Nikita Khrushchev. "Bagaimana Bung Karno menyatakan kepada Presiden Khrushchev waktu itu: Hai Khrushchev, kalau kamu tidak mendirikan masjid yang dulu itu, masjid kembali jadi masjid, maka Soekarno tidak akan pernah menginjakkan kakinya di Moskow, itu yang disampaikan Bung Karno dan sekarang berdiri megah Masjid Biru (Saint Petersburg) di belahan bumi paling utara."
Perjuangan Bung Karno ini juga diteruskan oleh putrinya, Megawati Soekarnoputri, ketua umum DPP PDIP. "Ibu Megawati mendirikan masjid di bumi paling selatan, di Afrika selatan sana. Ini baru kita memberikan contoh, meneladani tingkah laku Nabi Muhammad Saw. Bagaimana mengembangkan Islam, bukan hanya hore hore yang ndak jelas. Sama-sama bangsa Indonesia saling menghina, bukan itu," pesan Whisnu.
Whisnu berpesan, wujud memperingati Maulid Nabi adalah mencontoh tingkah laku Nabi Muhammad yang menunjukkan cinta kasih sesama. "Maka kita berpolitik, PDI Perjuangan berpolitik, khususnya di Surabaya dengan cinta kasih bukan saling mengejek dan menghina yang lain."
"Itu yang ingin saya sampaikan dalam peringatan Maulid Nabi, dan Alhamdulillah ada transformasi luar bisa dari PDI Perjuangan zaman now. Jadi kalau kita sering menyebut dengan partai abangan, sekarang kita tetap merah, tapi yang kita tunjukkan adalah bersalawat dan berzikir kepada Allah," tandasnya.