Mensos kirim tim ke Papua beri pendampingan psikososial korban sandera

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan tim layanan dukungan psikososial (LDP) ke Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Tim akan melakukan assessment dan memberikan informasi perihal kebutuhan korban sandera yang berhasil dibebaskan.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Mensos kirim tim ke Papua beri pendampingan psikososial korban sandera
Pembebasan sandera di Papua. ©2017 Merdeka.com/Istimewa

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan tim layanan dukungan psikososial (LDP) ke Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Tim akan melakukan assessment dan memberikan informasi perihal kebutuhan korban sandera yang berhasil dibebaskan.

"Tim LDP malam ini berangkat berangkat tiga orang. Dan akan melakukan assessment. Kalau memang dibutuhkan layanan maka tim mensos sudah siap melayani," kata Khofifah saat Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada warga Depok, Sabtu (18/11).

Pendampingan psikososial diberikan terutama kepada warga rentan seperti lansia, anak-anak, difabel, dan ibu hamil. Layanan dukungan psikososial yang diberikan berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, dan psikoedukasi kepada korban yang mengalami trauma. "Masing-masing membutuhkan cara penanganan yang berbeda, sesuai hasil assessment," ucapnya.

Dilaporkan, sedikitnya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata sejak Kamis (09/11) lalu.

Aksi pengisolasian warga dua kampung di Mimika ini terjadi setelah tiga pekan lalu seorang anggota Brimob tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di Timika, Papua. Dia tewas saat terlibat pengejaran kelompok tersebut.

Rekomendasi