Sebut pemilik gudang kembang api lalai, Komisi IX desak Menaker ambil tindakan

Dede Yusuf juga meminta pihak lain yang terlibat untuk diusut.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sebut pemilik gudang kembang api lalai, Komisi IX desak Menaker ambil tindakan
Menaker Hanif Dhakiri. ©2017 Merdeka.com

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf meminta Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri untuk mengusut tuntas kasus kebakaran gudang kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Raya, Selembara, Cengklong, Kosambi, Tangerang.

Bahkan, Dede mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam kebakaran yang menyebabkan 47 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka diusut. "Meminta Menaker agar mengusut dan memberi sanksi tegas kepada semua yang terlibat dalam pembiaran ini dari sisi ketenagakerjaan," kata Dede saat dihubungi, Jumat (27/10).Dalam peristiwa ini, Dede menilai pemilik pabrik lalai dan mengabaikan kewajiban Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di pabriknya. "Kita juga minta pertanggungjawaban pemilik pabrik yang tak laksanakan K3 di pabriknya, di mana tidak ada pengamanan, pintu darurat dan peralatan pemadam. Adanya Pekerja anak anak, jaminan sosial, dan lain-lain," tegasnya. Politikus Partai Demokrat ini juga menyayangkan pemerintah daerah mengeluarkan izin untuk pabrik petasan dan kembang api tersebut. Sebab, lokasi pabrik berdekatan dengan sekolah dan permukiman warga. "Tentu, walaupun katanya masih kawasan industri, tapi lebih dekat ke mana dan resiko kegiatannya apa kepada warga dan pekerja. Itu yang harus dipikirkan," ujar Dede. Akibat kejadian ini, Komisi IX berencana memanggil sejumlah pihak terkait, seperti Menaker, Menteri Kesehatan, serta pemilik pabrik untuk dimintai keterangan.

"Saya tunggu laporan dari berbagai pihak dulu. Yang pasti ke Menterinya dulu, lalu pemilik akan kami panggil nanti," tukasnya. Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di gudang mercon milik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang berlokasi di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang, Kamis kemarin.Peristiwa tersebut memakan korban tewas sebanyak 47 orang. Kepolisian dikabarkan telah memeriksa tiga orang, di antaranya pemilik dan manajer perusahaan.

Rekomendasi