Sudah tiga hari dan berbau anyir, jenglot akan dihanyutkan ke laut

Jenglot yang ditemukan sejak Senin (16/10) sore hingga sekarang berada di Kantor Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Proses menghanyutkan agar tidak membuat masyarakat resah.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Sudah tiga hari dan berbau anyir, jenglot akan dihanyutkan ke laut
Temuan Jenglot di Pantai Ria Kenjeran Surabaya. ©2017 Merdeka.com

Boneka yang diyakini sebagai jenglot, rencananya akan dilarung (dihanyutkan) ke laut. Hal ini dilakukan agar tidak membuat masyarakat resah.Apalagi, jenglot yang ditemukan sejak Senin (16/10) sore hingga sekarang berada di Kantor Kecamatan Bulak, Kota Surabaya itu sudah tercium bau anyir. Kondisi itu membuat staf yang ada di dalam Kantor Kecamatan Bulak harus menutup hidungnya dengan tangan dan kain."Akan dilarung ke laut bersama nelayan. Agar tidak membuat warga resah," terang Kepala Kecamatan Bulak, Suprayitno, Rabu (18/10).Menurut dia, keputusan jenglot dilarung ke laut karena selama ini masih banyak masyarakat atau warga membuang sesajen tengah, dan kembang di perairan laut bebas."Selain itu, laut itu juga kadang digunakan untuk membuang ari-ari pupak pusar bayi. Itu ditunggu (larung) para nelayan, karena untuk mencari jasanya saja (larung)," katanya.Diharapkan dengan dilarungnya boneka yang diyakini jenglot oleh warga itu, bisa menangkan masyarakat. Apalagi, secara mitos jenglot ditemukan warga mirip sesuai dengan ciri-cirinya yakni tubuhnya kurus kering, kecil, berkulit gelap dengan tekstur kasar, wajah tengkorak, gigi bertaring, rambut dan kuku yang panjang.

Rekomendasi